Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sebelas Kecamatan Jadi Zona Merah

adi nugroho • Senin, 18 Januari 2021 | 20:06 WIB
sebelas-kecamatan-jadi-zona-merah
sebelas-kecamatan-jadi-zona-merah

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tidak ada lagi alasan bagi warga Nganjuk untuk abai dengan ancaman Covid-19. Virus dari Wuhan, Tiongkok itu sudah menyebar di seluruh wilayah Nganjuk. Bahkan, sebelas kecamatan di antaranya masuk kategori zona merah. 


Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, sebelas kecamatan yang masuk zona merah adalah Kecamatan Sukomoro, Rejoso, Patianrowo, Ngluyu. Kemudian, Nganjuk, Loceret, Kertosono, Jatikalen, Berbek, dan Baron.


Dari sebelas red zone tersebut, Kecamatan Kertosono yang jadi sorotan Bupati Novi Rahman Hidhayat. Pasalnya, kecamatan yang lokasinya berbatasan dengan Kediri dan Jombang itu merupakan daerah dengan pasien Covid-19 yang meninggal terbanyak.


Hingga Kamis (14/1) lalu, total ada 28 pasien yang meninggal dari total 170 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. “Saya ingatkan, Kertosono ini adalah wilayah urban. Kecamatan ini juga jadi pertemuan dua kabupaten jadi harus lebih diperketat lagi,” pinta Novi pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk.


Melihat lokasinya yang ada di perbatasan, menurut bupati muda itu pencegahannya juga harus dilakukan lebih maksimal lagi. “Perlu perlakuan yang berbeda,” tegasnya.


Untuk diketahui, selain Kertosono, Loceret menjadi daerah dengan jumlah pasien meninggal terbanyak kedua. Sebagai daerah yang padat penduduk, upaya yang bisa dilakukan di sana adalah mencegah warga yang terkonfirmasi positif korona agar tidak melakukan isolasi mandiri (isoman).


Novi menjelaskan, kampung tangguh atau tempat isolasi bagi mereka yang baru datang dari luar kota sudah bisa diterapkan lagi untuk kawasan padat penduduk. Khusus untuk Kecamatan Nganjuk yang merupakan jantung Kota Angin juga mendapat perhatian.


Daerah dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak ini dipandang masih rentan jadi tempat penularan Covid-19. Karenanya, Novi meminta agar jam malam diterapkan kembali di Kecamatan Nganjuk. “Mereka yang berjualan diberi waktu sampai pukul 20.00 saja. Mulai pukul 19.00 diminta untuk siap-siap berkemas,” tegasnya kepada JP Radar Nganjuk.


Seperti diberitakan, sebelumnya jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Nganjuk dipegang oleh Kecamatan Kertosono. Tetapi, sejak Desember lalu, Kecamatan Nganjuk menduduki posisi teratas dengan total 178 kasus.


Data tersebut menurut Novi menjadi alarm dalam pengambilan kebijakan. Termasuk dengan memperketat aturan protokol kesehatan di tempat ibadah. “Bila perlu nanti dari kepolisian dan TNI ikut melakukan pengawasan agar warga tidak lengah,” jelasnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #covid-19 #radar nganjuk