NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Nganjuk kembali ditutup. Pelayanan kedaruratan di sana dihentikan setelah beberapa tenaga kesehatan di ruangan tersebut terpapar Covid-19.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, ruang IGD RSUD Nganjuk ditutup sejak Sabtu (2/1) lalu. “Rencananya ditutup hingga Rabu (6/1), tetapi diperpanjang hingga Sabtu (9/1),” ujar sumber koran ini.
Menurut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu, penutupan IGD dilakukan setelah tiga tenaga kesehatan di sana terpapar Covid-19. Selain menutup IGD, ruang intensive care unit (ICU) di lantai 3 juga ditutup.
Penutupan di sana dilakukan setelah ada salah satu pasien positif Covid-19 diketahui pernah masuk ke dalam ruangan tersebut. “Penutupan ICU setelah IGD,” lanjutnya.
Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Nganjuk dr Mei Budi
Prasetyo SpP membenarkan tentang penutupan IGD. Pun demikian tentang nakes yang terpapar virus korona. “Kami tutup sampai tanggal 9 untuk sterilisasi ruangan,” ungkapnya.
Ditanya tetang jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, Mei tidak mau berkomentar. Dia menyerahkan hal tersebut ke pimpinan rumah sakit. Sayang, Wakil Direktur RSUD Nganjuk dr Tien Farida Yani belum memberikan jawaban. Beberapa kali dihubungi melalui ponselnya, tidak diangkat.
Sementara itu, penutupan IGD RSUD Nganjuk berdampak pada overload-nya IGD RSUD Kertosono. Pasien-pasien baru yang masuk ke sana terpaksa dirawat di teras karena ruangan sudah penuh sejak beberapa hari lalu.
Pasien yang dirawat di luar ruangan itu kebanyakan merupakan pasien kasus korona. Direktur RSUD Kertosono dr Hendriyanto mengatakan, rata-rata mereka berasal dari rujukan puskesmas dan rumah sakit lain. Khusus kasus korona, pasien yang sudah menjalani swab ditempatkan di ruang transit. “Ada sembilan pasien,” ujar Hendri sembari menyebut delapan pasien lainnya menunggu hasil rapid antigen.
Terkait banyaknya pasien yang masuk ke IGD RSUD Kertosono, Hendri menduga akibat beberapa faktor. Selain IGD RSUD Nganjuk ditutup juga karena rumah sakit lainnya di luar Nganjuk mulai penuh.
Ditanya tentang pemanfaatan tenda darurat di sana, Hendri menyebut tenda itu merupakan opsi terakhir. Menurutnya, manajemen sudah menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang sebelumnya 40 menjadi 64 tempat tidur (TT). Tetapi, penambahan TT tersebut rupanya masih belum cukup untuk menampung pasien yang baru masuk.
Untuk diketahui, hingga kemarin kasus Covid-19 memang terus bertambah. Setidaknya ada 30 pasien terkonfirmasi positif baru yang ditemukan kemarin. “Jumlah pasien yang sembuh ada 25 orang,” jelas Hendri yang juga juru bicara GTPP Covid-19 Nganjuk.
Dari puluhan pasien tersebut, Hendri menyebut ada tujuh psien yang meninggal dunia. Dengan penambahan tersebut, total ada 135 warga Nganjuk yang meninggal akibat korona.
Dengan masih banyaknya kasus Covid-19 di Nganjuk, Hendri kembali meminta agar warga Nganjuk meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. “Jangan bosan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Hindari kerumunan, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun,” pintanya.
Editor : adi nugroho