Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hujan Deras, Tiga Sungai Meluap

adi nugroho • Kamis, 7 Januari 2021 | 19:58 WIB
hujan-deras-tiga-sungai-meluap
hujan-deras-tiga-sungai-meluap


NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Hujan deras yang mengguyur wilayah Nganjuk sejak siang hingga kemarin sore membuat tiga sungai meluap. Tak hanya membuat jalan tergenang, sejumlah rumah warga juga terdampak.


Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, luapan air bah dari sungai Bodor menggenangi jalan dan rumah warga di Desa Joho, Pace; Dusun Beji, Desa Mlandangan, Pace. Kemudian, aliran sungai Kuncir di Desa Tiripan, Berbek; serta sungai Ploso di dam Tanjungrejo, Loceret.


Ketinggian air di lokasi tersebut beragam. Di Desa Joho, Pace, ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Kemudian, di Dusun Beji luapan air bah mencapai dada orang dewasa. Selanjutnya aliran sungai Kuncir di Desa Tiripan, Berbek meluap setinggi sekitar 30 sentimeter. “Air meluap karena ada bangunan jalan tinggi. Air tidak bisa ke timur,” ujar Puji, salah satu warga.


Sedangkan di dam Tanjungrejo, Loceret, yang meluap sekitar pukul 18.30 tadi malam, air bah menggenangi jalan sekitar 50 sentimeter di timur dam.  Juari, 53, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjungrejo, Loceret mengungkapkan, sejak sore aliran air di sungai Ploso memang deras dan debitnya tinggi. “Malam ini (tadi malam, Red) lebih tinggi dan meluap,” ujar Juari sembari menyebut air bah berasal dari lereng gunung Wilis.


Untuk mengantisipasi agar luapan air bah tidak membawa dampak yang lebih besar, tiga pintu air di dam Tanjungrejo semua sudah dibuka. Meski demikian, aliran air tetap tidak bisa maksimal karena pintu air bagian tengah tertutup tumpukan sampah.


Sayang, Kabid Pencegahan/Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPBD Nganjuk Nugroho belum bisa dikonfirmasi tentang luapan air bah di sejumlah sungai di Nganjuk tadi malam. Saat dihubungi koran ini melalui ponselnya tadi malam, tidak diangkat.


Sementara itu, warga Lingkungan Santren, Kelurahan Kapas, Sukomoro berusaha mengantisipasi banjir susulan di lingkungan mereka dengan memasang tanggul darurat. Mereka menambal plengsengan yang jebol menggunakan karung pasir.


Ketua RW 03 Kelurahan Kapas Agus Heru menjelaskan, pemasangan tanggul darurat dimulai sekitar pukul 07.00. Bersama TNI, polisi, BPBD, dan petugas pengairan, warga menumpuk lokasi tanggul yang jebol dengan sesek dan karung pasir. “Ini untuk jaga-jaga saja. Karena kemarin (Selasa malam, Red), kan jebol,” ujar pria bertopi itu berharap wilayahnya tidak lagi terkena luapan air bah.


Terpisah, Kasi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk Suyanto menjelaskan, kemarin pihaknya sudah mengecek lokasi tanggul yang jebol. PUPR, kata Suyanto, sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Surabaya untuk penguatan tebing dan peninggian tanggul. “Solusi permanennya agar tidak meluap itu,” tutur Suyanto sembari menyebut untuk sementara PUPR memberi bantuan karung pasir.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk #sungai