NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kumandang azan dari Masjid Agung Baitussalam Kelurahan Kauman, Kota Nganjuk berhenti sejak Senin (21/12) lalu. Masjid besar di dekat alun-alun itu di-lockdown setelah pria berusia 66 tahun, salah satu takmirnya, terpapar Covid-19.
Pria asal Kelurahan Kauman, Nganjuk tersebut saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Pu Sindok bersama sang istri. Kepala Kelurahan Kauman Agung Kurniawan mengungkapkan, sebelumnya takmir masjid tersebut memang kontak erat dengan istrinya. “Hasil swab keduanya (suami istri, Red) positif,” ujar Agung.
Selain melakukan tracing di keluarga pasien, menurut lurah muda itu pihaknya juga melakukan rapid test kepada pengurus masjid. Hasilnya, ada dua orang yang dinyatakan reaktif.
Dari hasil tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Nganjuk akhirnya memutuskan untuk sementara waktu meniadakan kegiatan di Masjid Agung. Setelah dilakukan penutupan sejak Senin (21/12) lalu, petugas kesehatan langsung melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh lokasi masjid.
Sesuai permintaan masyarakat, tutur Agung, pihak kelurahan juga akan melakukan sterilisasi dan rapid test di lingkungan tempat pasien tinggal. “Kami sudah koordinasi dengan gugus tugas.Dalam waktu dekat segera dilakukan rapid,” lanjutnya.
Agung menjelaskan, penutupan masjid diberlakukan hingga akhir tahun atau Rabu (30/12) nanti. Selama masa lockdown, pagar masjid ditutup. Pantauan koran ini, hingga kemarin masih banyak warga yang kecele. Warga yang hendak salat baru putar balik setelah membaca banner di pagar masjid.
Untuk diketahui, selain menulari takmir Masjid Agung Baitussalam, kemarin juga ada 11 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru. Penambahan tersebut membuat kasus korona di Kabupaten Nganjuk total mencapai 990 orang.
Juru Bicara GTPP Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto menjelaskan, dari 11 pasien tersebut salah satunya meninggal dunia. “Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 101 orang,” ujar Hendri sembari menyebut pasien lelaki berusia 52 tahun asal Nganjuk yang meninggal 21 Desember lalu.
Adapun sepuluh pasien lainnya adalah lelaki berusia 45 tahun asal Nganjuk yang dirawat di RS Bhayangkara, Kediri. Kemudian, empat pasien lainnya dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Mereka adalah, lelaki berusia 52 tahun asal Nganjuk, perempuan berusia 52 tahun asal Nganjuk, serta lelaki berusia 38 tahun dan 39 tahun asal Nganjuk.
Untuk dua pasien yang dirawat di Pu Sindok adalah lelaki berusia 19 tahun asal Sawahan dan perempuan berusia 37 tahun asal Pace. Ada pula lelaki berusia 70 tahun asal Pace yang dirawat di RSUD Nganjuk. “Ada dua pasien yang isolasi mandiri,” jelas Hendri tentang pasien perempuan berusia 43 tahun asal Ngronggot, dan perempuan berusia 22 tahun asal Pace.
Meski ada penambahan 11 pasien baru, menurut Hendri kemarin juga ada
sembilan pasien yang sembuh. Sebanyak tiga pasien sebelumnya menjalani isolasi mandiri. Adapun enam lainnya dirawat di sejumlah rumah sakit. “Kasus masih terus bertambah. Masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” pinta Hendri.
Editor : adi nugroho