Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harus Stop Penebangan Pohon dan Alih Fungsi Lahan

adi nugroho • Selasa, 22 Desember 2020 | 20:00 WIB
harus-stop-penebangan-pohon-dan-alih-fungsi-lahan
harus-stop-penebangan-pohon-dan-alih-fungsi-lahan

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Banyaknya bencana yang terjadi akibat ulah manusia membuat pencegahannya juga harus dilakukan manusia. Salah satunya adalah menjaga kelestarian kawasan konservasi. Hal ini untuk mencegah dampak buruk dari aktivitas manusia saat mengeksploitasi alam.


Beberapa aktivitas manusia yang dinilai dapat mengganggu keseimbangan alam seperti penebangan pohon dan alih fungsi lahan. Selain mengurangi ketersediaan oksigen dan air tanah, penebangan pohon secara masif juga akan memicu terjadinya bencana tanah longsor dan banjir.


“Jadi kegiatan konservasi di kawasan-kawasan penyangga sangat penting dilakukan. Salah satunya dengan penanaman pohon,” ujar Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Wilayah Trenggalek Mochamad Ali Imron.


Ali sangat mengapresiasi sejumlah pihak yang selama ini rutin dalam mengampanyekan pelestarian lingkungan. Termasuk kegiatan yang dilakukan aktivis dan komunitas di Kabupaten Kediri. Menurutnya, penanaman pohon ini akan sangat membantu ketersediaan air dan oksigen.


Di Kabupaten Kediri ada sejumlah kawasan konservasi dan lindung. Selain Cagar Alam di Manggis Gadungan dan Besowo Gadungan, ada juga Alas Karetan, dan Sumber Jembangan di Kecamatan Wates.


“Itu merupakan kawasan penting yang harus kita lestarikan. Karena menyimpan sumber air yang melimpah,” jelasnya.


Disinggung terkait masifnya penebangan pohon dan alih fungsi lahan, pria ini mengaku prihatin dan khawatir. Terutama penebangan yang terjadi di Gunung Wilis. Apalagi beberapa waktu terakhir sejumlah bencana terjadi di kawasan tersebut.


“Di bagian atas harus ada penutupan lahan, yang berpengaruh pada infiltrasi air, sehingga air bisa masuk ke dalam tanah dan menjaga lahan tidak terdegradasi,” ungkapnya.


Ia menjelaskan bahwa tutupan lahan itu sangat penting sebagai upaya mencegah air melaju deras ke kawasan bawah. Sehingga hal ini sangat membantu pencegahan banjir dan tanah longsor. Termasuk bencana kekeringan yang diakibatkan kurangnya ketersediaan air di bawah tanah karena minimnya serapan.


Ia mengapresiasi peran sejumlah komunitas yang beberapa waktu lalu melakukan penanaman di kawasan Lereng Wilis dan Kawasan Lereng Kelud. “Dengan kegiatan seperti ini bisa melestarikan kawasan konservasi atau pengawetan lahan untuk meminimalkan bencana alam,” ungkapnya.


Selain itu, penanaman pohon, menurut Ali juga secara tidak langsung menyediakan oksigen. Ali menginginkan masyarakat ikut andil dalam penanaman pohon untuk rehabilitasi ini. Ia juga menyebut bahwa upaya itu diperlukan keberlanjutannya. Apabila tidak dibantu penanaman seperti ini maka sumber air akan menipis, padahal air sangat penting bagi kehidupan.


“Selain menjaga tidak terjadi bencana, yang paling penting dari penanaman pohoh adalah secara tidak langsung menyediakan oksigen dan juga menjaga ketersediaan air di musim kemarau kepada masyarakat,” pungkasnya. (din/fud)

Editor : adi nugroho
#radarkediri