Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Banyak Mobil Angkutan Yang Tidak Patuh

adi nugroho • Rabu, 16 Desember 2020 | 19:10 WIB
banyak-mobil-angkutan-yang-tidak-patuh
banyak-mobil-angkutan-yang-tidak-patuh


NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Ketaatan sopir mobil angkutan untuk memeriksakan muatannya masih rendah. Meski jembatan timbang Guyangan terus beroperasi selama 24 jam, masih ada saja kendaraan yang nekat melanjutkan perjalanan tanpa menimbang muatan lebih dulu.


Menindaklanjuti perilaku para sopir tersebut,Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Guyangan berencana menambah rambu. Baik dari pintu masuk arah Surabaya, di Jalan Solo-Kertosono, dan dari arah Kediri, melewati Kecamatan Bagor. “Rencana rambu diperjelas, di beberapa titik,” ujar Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) UPPKB Guyangan Nganjuk Indra Yunan Kurniawan.


Rambu-rambu menurut Indra sebenarnya sudah terpasang. Para pengendara mobil angkutan juga sudah mengetahui hal tersebut. Meski demikian, tidak sedikit kendaraan yang nekat tak melewati jembatan timbang.


Merespons perilaku tersebut, menurut Indra UPPKB sudah berkoordinasi untuk melakukan penindakan. Yakni, dengan diberi sanksi tilang. “Kalau di luar wilayah UPPKB Guyangan, penindakan langsung dari Satlantas Polres Nganjuk,” lanjutnya.


Untuk diketahui, pengecekan kendaraan angkutan mutlak diwajibkan. Di antaranya untuk mengetahui kondisi kendaraan, muatan, hingga dimensi kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.


Budianto, 39, salah seorang supir truk asal Jombang menyebutkan, kebanyakan pengemudi yang tak masuk ke jembatan timbang karena tidak tahu. Kemungkinan lain, mereka sudah melewati rambu-rambu dan tidak bisa berhenti. “Kalau dari alasan-alasan teman-teman sopir di lapangan, sih, gitu, Mas,” ujar lelaki berkaus hijau itu.


Budi yang saat itu hendak mengantarkan meja dan kursi ke arah Madiun memilih untuk masuk ke jembatan timbang. Dia memilih taat sesuai anjuran dari kantornya. “Ya, kalau ke arah barat, semua kendaran berat harus masuk sana (jembatan timbang Guyangan, Red), sudah tahu juga. Kalau yang dari arah barat, memang nggak masuk timbangan,” pungkasnya saat ditemui sedang memeriksakan truknya di area Guyangan.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #jembatan #radar nganjuk