Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Setiap Tahun Ada Ratusan ODHA

adi nugroho • Rabu, 2 Desember 2020 | 20:00 WIB
setiap-tahun-ada-ratusan-odha
setiap-tahun-ada-ratusan-odha

KOTA, JP Radar Kediri- Di tengah ancaman Covid-19, masyarakat tak boleh mengendurkan kewaspadaan terhadap serangan virus yang lain, HIV/AIDS. Sebab, selama ini, masih banyak ditemukan kasus baru HIV/AIDS. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan setiap tahunnya.


Tahun ini saja, 2020, telah ada 183 kasus HIV/AIDS baru yang ditemukan. Mereka terjangkit kebanyakan adalah akibat aktivitas seksual.


“Data tersebut terhitung dari Januari hingga Oktober lalu,” jelas Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Hendik Suprianto.


Berdasarkan data dinkes, mayoritas orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tersebut berjenis kelamin laki-laki. Rinciannya, 129 orang yang positif adalah kaum Adam. Sedangkan kaum Hawa hanya ada 54 orang.


Sebagian dari yang terjangkit HIV/AIDS itu telah meninggal dunia. Jumlahnya puluhan orang. Hingga kemarin sudah tercatat 20 ODHA yang mengembuskan napas terakhirnya.


Penyebab penularan masih berkutat pada aktivitas seksual. Terutama karena melakukan hubungan intim tidak dengan satu orang saja. Terlebih mereka yang melakukan hubungan seksual seperti itu tak menggunakan alat pengaman atau kondom.


“Tercatat, faktor risiko berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan tersebut mencapai 115 kasus pada tahun ini,” urai Hendik.


Orang yang terjangkit HIV/AIDS tersebut mayoritas masuk dalam golongan usia produktif. Yakni antara umur 20-40 tahun. Mirisnya, ada pula remaja yang juga telah menjadi ODHA. Ada sebanyak 10 remaja berusia 15-19 yang positif.


Sejatinya, angka kasus HIV/AIDS yang berhasil ditemukan tersebut tidak lebih banyak dibandingkan pada tahun lalu. Pada 2019 lalu, pihaknya berhasil mendata sebanyak 243 orang yang dinyatakan positif. Namun angka tersebut tidak bisa diartikan sebagai penurunan.


Hendik mengakui bahwa penelusuran yang dilakukan pihaknya tidak dapat dilakukan secara maksimal pada tahun ini. Penyebab utamanya tak lain adalah karena pandemi Covid-19.


“Banyak agenda dan program kami yang ditunda. Namun kami tetap berusaha mengoptimalkannya dan berhasil menemukan ODHA sebanya 183 tersebut,” tandasnya.


Hendik pun mengamini bahwa angka ODHA yang berhasil ditemukan pihaknya itu ibaratnya masih puncaknya gunung es. Ia meyakini bahwa masih ada lagi orang dengan status positif HIV/AIDS yang masih ada dan belum terdeteksi.


Penelusuran itu dilakukan untuk mencegah sedari dini potensi penyebaran. Sekaligus agar ODHA segera mendapatkan pertolongan medis secara berkala.


Terkait masih berbahayanya ancaman penyakit ini, pihaknya mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Kediri dapat lebih berhati-hati. Juga menghindari sikap-sikap yang bisa memicu penularan virus mematikan ini. (tar/fud)


 Penyebab HIV/AIDS


·      Hubungan seks.


Infeksi HIV dapat terjadi melalui hubungan seks baik melalui vagina maupun dubur (anal).


·      Berbagi jarum suntik.


Berbagi penggunaan jarum suntik dengan penderita HIV adalah salah satu cara yang dapat membuat seseorang tertular HIV. Misalnya menggunakan jarum suntik bersama saat membuat tato atau saat menggunakan narkotika jenis suntik.


·      Transfusi darah. 


Penularan HIV dapat terjadi saat seseorang menerima donor darah dari penderita HIV.


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri