KOTA, JP Radar Kediri- Kabar duka datang dari Ponpes Kedunglo Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto. Pengasuh perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid berpulang ke pangkuan Sang Pencipta kemarin.
Ketua Departemen Urusan Wilayah Ponpes Kedunglo Aminudin mengatakan bahwa Kiai Abdul Latif wafat sekitar pukul 06.30. Sebelumnya, almarhum sempat dilarikan ke RSUD Gambiran Kota Kediri pada Minggu (22/11) malam.
“Beberapa hari terakhir sebenarnya tidak ada gejala penyakit yang berat. Saya hampir setiap pagi selalu dipanggil beliau (Kiai Abdul Latif, Red),” ujar Aminudin.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ada beberapa hal yang selalu disampaikan almarhum setiap paginya. Salah satunya adalah terkait penerus perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo setelah beliau dipanggil Sang Maha Kuasa nantinya.
Aminudin menjadi saksi bahwa yang dipilih penerus adalah anak pertama Kiai Abdul Latif. Yakni Agus Abdul Madjid Ali Fikri. Almarhum berpesan kepada anaknya yang biasa disapa Gus Fikri itu agar meneruskan cita-cita ponpes.
“Almarhum juga sering berpesan kepada semua pengurus ponpes bahwa lembaga perjuangan Wahidiyah adalah lembaga yang taslim kepada pemerintah,” tuturnya.
Putra dari KH Abdul Madjid Ma'roef itu sendiri diangkat menjadi pengasuh perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo pada 1989 silam. Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah keluarga. Kala itu, semua anggota keluarga yang hadir dalam musyawarah menyetujui pengangkatan tersebut.
Terbukti, keputusan pengangkatan tersebut tidak meleset. Almarhum dikenal menjadi pejuang salawat yang gigih. Sebagai pengasuh Ponpes Kedunglo, sosoknya dikenal dekat dengan masyarakat. “Almarhum juga sangat dihormati,” sambung Aminudin.
Kepergiannya tak hanya meninggalkan duka bagi keluarganya saja. Seluruh pengurus, santri, dan kerabat Kiai Abdul Latif nampak sedih dengan kepulangannya ke pangkuan Sang Pencipta. Tangis pun pecah ketika ambulans dari RSUD Gambiran yang membawa almarhum tiba di rumah duka.
Untuk diketahui, Kiai Abdul Latif merupakan anak pertama dari 14 bersaudara. Ia tercatat lahir pada Jumat Pahing tanggal 15 Agustus 1952 di Ponpes Kedunglo. Berpulang di usianya yang ke-68 tahun, kepergiannya meninggalkan empat orang anak dari pernikahan keduanya tersebut. (tar/fud)
Editor : adi nugroho