Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selingkar Wilis, Pengintegrasian Daerah yang Terhambat Anggaran

adi nugroho • Senin, 23 November 2020 | 19:07 WIB
selingkar-wilis-pengintegrasian-daerah-yang-terhambat-anggaran
selingkar-wilis-pengintegrasian-daerah-yang-terhambat-anggaran


Pemkab Nganjuk sudah mengawali proyek Selingkar Wilis dengan membangun trase Bajulan-Kediri akhir Oktober lalu. Selain ruas sepanjang 2,5 kilometer itu, masih ada puluhan kilometer lain yang harus digarap lewat dana APBN.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk Gunawan Widagdo mengungkapkan, Selingkar Wilis untuk wilayah Nganjuk mencapai 39 kilometer. Pembangunan jalan sepanjang puluhan kilometer itu membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun. “Itu (pembangunan jalan, Red) menggunakan dana pusat (APBN, Red),” ujar Gunawan.


Lebih jauh Gunawan mengatakan, ruas 2,5 kilometer yang tuntas digarap akhir Oktober lalu ke depan masih harus terus dikembangkan. Pasalnya, lebar jalan Selingkar Wilis seharusnya 12 meter. Padahal, akses jalan yang dibangun baru selebar tiga meter.


Kapan pembangunan puluhan kilometer jalan itu akan dilakukan? Gunawan mengaku tidak bisa menyebutkan waktu pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) yang menghubungkan Nganjuk dengan Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, dan Ponorogo itu dimulai. Apalagi, saat ini fokus pemerintah masih menangani pandemi Covid-19.


Meski demikian, menurut Gunawan yang harus segera dilakukan sekarang adalah pemetaan kemampuan kontribusi dalam Selingkar Wilis. Terutama porsi pemerintah daerah dan porsi Pemprov Jatim.


Gunawan menjelaskan, pembebasan tanah yang hampir dipastikan menelan dana ratusan miliar jelas tidak bisa dilakukan Pemkab Nganjuk. Demikian juga dengan proyek detail engineering design (DED) jalan sepanjang 39 kilometer itu. “Pasti membutuhkan dana ratusan miliar. Pemkab tidak mampu. Itu porsi pemprov,” lanjut Gunawan.


Yang bisa dikerjakan Pemkab Nganjuk, jelas Gunawan, adalah membuka akses jalan seperti ruas Bajulan-Kediri tahun ini. Pembangunan proyek serupa, menurut Gunawan juga akan kembali dilakukan tahun depan.


Hanya saja, dari belasan ruas radial dan trase Selingkar Wilis, Pemkab Nganjuk hanya bisa menggarap beberapa di antaranya. “Menyesuaikan anggaran. Rencananya kami akan menggunakan DAK (dana alokasi khusus, Red) dan DID (dana insentif daerah, Red),” jelas Gunawan.


Selebihnya, bukan berarti Pemkab Nganjuk berpangku tangan. Gunawan menegaskan, minggu lalu Bupati Novi Rahman Hidhayat bersama tim Pemkab Nganjuk sudah memasukkan proposal Selingkar Wilis ke sejumlah kementerian. Selain proyek jalan, pemkab juga menawarkan sejumlah potensi yang ada di sekitar Selingkar Wilis. Termasuk potensi pariwisata. “Perlu ada yang ngoprak-ngoprak. Mengingatkan Selingkar Wilis,” imbuhnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #wilis #radar nganjuk #selingkar wilis