Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

TMMD Tuntas, Akses Warga Lereng Wilis Tak Lagi Terbatas

adi nugroho • Senin, 26 Oktober 2020 | 21:57 WIB
tmmd-tuntas-akses-warga-lereng-wilis-tak-lagi-terbatas
tmmd-tuntas-akses-warga-lereng-wilis-tak-lagi-terbatas




Dikerjakan dalam waktu sebulan lewat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), jalan Selingkar Wilis selatan dioperasikan mulai Rabu (21/10) lalu. Pembukaan akses jalan oleh ratusan personel TNI bersama warga itu membuat jarak tempuh ke Kota Kediri yang semula 47 kilometer, kini menjadi hanya 15 kilometer saja.  



Memanggul tumpukan kayu bakar dan rumput di punggungnya, Mbah Darminah, 67, terlihat semringah saat melewati jalan Selingkar Wilis selatan di Desa Bajulan, Loceret pada Kamis (22/10) siang. Menempuh jarak lebih dari satu kilometer dari hutan, dia tak terlihat kelelahan. “Sakniki sampun enak. Sampun alus dalane (sekarang sudah enak. Sudah halus jalannya, Red),” ungkap Darminah sambil terus berjalan.



Perempuan yang terbiasa keluar-masuk hutan di lereng Gunung Wilis sejak muda itu mengaku senang karena dia tidak lagi harus melewati jalan terjal saat beraktivitas di hutan. Meski tenaganya masih cukup kuat, keberadaan jalan beraspal itu sangat membantunya.



Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Muhammad Toha, 47. Pebisnis porang ini mengaku sangat terbantu dengan dibukanya akses jalan Selingkar Wilis selatan di Desa Bajulan, Loceret tembus Desa Kalipang, Grogol, Kabupaten Kediri. “Jarak tempuh ke Kota Kediri sekarang lebih pendek. Bisa nerabas lewat Kalipang,” ujar bapak dua anak itu.



Untuk pergi ke Kota Kediri awalnya dia harus turun gunung dan menempuh jarak sekitar 47 kilometer. Dengan dibukanya jalan sepanjang 2,5 kilometer itu, dia cukup menempuh jarak sekitar 15 kilometer. Alias memangkas jarak sekitar 32 kilometer.



Keberadaan jalan itu, diakui Toha sangat membantu warga Desa Bajulan yang berjumlah sekitar lima ribu orang. Demikian juga beberapa desa lain di dekat Desa Bajulan yang bisa menempuh jarak lebih pendek untuk ke Kediri. “Sekarang mau ke Kediri siang atau malam ya gampang saja,” lanjutnya tersenyum ke arah Serma Yudiono, anggota Koramil Loceret yang siang itu mengecek kondisi jalan.



Sehari pascaselesainya pembangunan jalan lewat program TMMD, personel TNI memang tidak langsung meninggalkan lokasi secara keseluruhan. Jika sebelumnya ada ratusan personel yang membangun jalan bersama warga, Kamis lalu masih ada beberapa anggota TNI yang ada di sana.



Beberapa di antaranya mengecek kondisi jalan hingga ke titik nol alias perbatasan dengan Kabupaten Kediri. “Kami harap warga mau ikut menjaga jalan ini agar tidak cepat rusak,” kata Serma Yudiono, anggota Koramil Loceret sembari meminggirkan potongan kayu dan batu yang masuk ke jalan setelah terjatuh dari tebing.



Sebelumnya, Danrem 018/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho menyebut, proyek TMMD Selingkar Wilis merupakan wujud manunggalnya TNI dan warga. Mereka bahu-membahu membangun jalan selama satu bulan. “TNI selalu bersama rakyat. Salah satunya lewat TMMD ini,” jelasnya.



 



TMMD Selingkar Wilis:



-Total ada 150 personel TNI yang melakukan pembangunan jalan mulai 22 September-21 Oktober



-Jalan setapak yang menghubungkan Desa Bajulan, Loceret dengan Desa Kalipang, Grogol, Kabupaten Kediri dibangun selebar tiga meter



-Warga bisa menghemat jarak tempuh 32 meter untuk ke Kabupaten Kediri



 



Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #wilis #radar nganjuk #selingkar wilis