Salah satu daerah yang dilalui aliran Kali Konto adalah Kecamatan Badas. Di kawasan ini tersebar peninggalan purbakala. Ada yang terpendam, ada yang masih di atas permukaan.
Salah satu kawasan bersejarah yang selama ini terkenal di Kabupaten Kediri adalah Desa Canggu, Kecamatan Badas. Di daerah ini terdapat sebuah candi yang masih berdiri. Yaitu Candi Surowono. Merupakan candi sebagai tempat memuliakan Bhre Wengker pada abad 14.
Masih di Desa Canggu, peninggalan zaman kerajaan lainnya adalah keberadaan arung kuno dan bekas petirtaan. Arung kuno itu bahkan hingga saat ini masih dimanfaatkan. Pemerintah daerah mengelola arung tersebut sebagai salah satu sarana wisata. Menjadi satu paket dengan wisata sejarah Surowono.
Sementara bekas petirtaan diduga berada di sebuah sumber yang saat ini dinamakan Sendang Drajat. Lokasi itu telah dibangun kolam renang. Tepat di sebelah pemakaman umum daerah setempat. Di daerah yang dahulu masuk wilayah Kecamatan Pare ini ada juga desa yang memiliki potensi peninggalan purbakala luar biasa. Yakni Desa Tunglur.
Lokasi desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Plemahan di sebelah barat tersebut sekitar 2 kilometer dari Kali Konto. Peninggalan purbakala baru ditemukan pada 2014. Saat warga menggali tanah untuk kepentingan pembuatan kolam lele. Dari penggalian itu, ditemukan sejumlah struktur yang berbahan bata kuno. Struktur paling atas ada di kedalaman 60 sentimeter dari permukaan tanah. “Saat itu juga ditemukan dua buah arca. Sekarang diamankan di Museum Trowulan,” ujar Romli, juru pelihara situs.
Kondisi Situs Tunglur memang tak semegah Candi Surowono yang ada di permukaan tanah. Sebab, bangunan yang diperkirakan dari Kerajaan Kediri ini sebelumnya tertimbun material vulkanik. Bahkan ada indikasi dahulu kawasan ini juga terdampak banjir.
Menariknya, situs ini memiliki candi perwara. Ada tiga buah bangunan yang terletak di sebelah barat candi induk. Bangunan perwara yang paling besar adalah yang bagian tengah.
Dasar fondasi bangunan dari permukaan tanah diperkirakan 2 sampai tiga meter. Kata Romli, sebenarnya tahun ini ada rencana ekskavasi lanjutan. Hanya saja terkendala pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan ekskavasi itu harus ditunda.
Keberadaan Situs Tunglur ini memperkaya temuan bangunan suci bersejarah dari zaman kerajaan yang selama ini tertimbun tanah. Sebuah karya leluhur yang diperkirakan satu dari ratusan bangunan terpendam di wilayah Kabupaten Kediri. (din/bersambung/dea)
Editor : adi nugroho