Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kali Konto Dulu Dikaitkan Nilakanta

adi nugroho • Kamis, 8 Oktober 2020 | 00:19 WIB
kali-konto-dulu-dikaitkan-nilakanta
kali-konto-dulu-dikaitkan-nilakanta

Kata Nilakanta selalu dihubungkan dengan Dewa Siwa. Si penyelamat jagad yang diceritakan dalam kisah mitiologi Hindu.


 


Banyak nama daerah di sekitar Kali Konto yang dihubungkan dengan toponim daerah tersebut mulai muncul kali pertama. Bahkan beberapa di antaranya tercatat pada bukti-bukti peninggalan kuno berupa prasasti. Tak jarang juga toponim di sana diceritakan pada kisah-kisah mitologi Hindu pada zaman kerajaan.


Tempat yang tercatat dalam beberapa prasasti adalah nama Siman. Desa di barat Kali Konto ini, menurut Agus Sunyoto, ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), berasal dari nama di zaman kerajaan. “Tempatnya Sima itu di Siman,” ujarnya.


Tak terkecuali cerita pemindahan kerajaan ketika ada konflik di masa Kerajaan Kalingga. Saat itu, ada pergeseran ibu kota. Dan pemindahan itu sudah hal yang wajar di zaman dulu.


Sekitar tahun 760 masehi, dari catatan menyebut bahwa Shima memiliki keturunan bernama Gajayana. Dan itu disebutkan berasal dari Paradah. “Jadi Paradah itu letaknya di barat, pindah ke sebelah timur dinamakan Puri Kanjuruhan,” ungkap Agus.


Menurut catatan berbahasa Tiongkok, lokasi kerajaan disebut Warugasik. Yakni di sebelah Paradah. Namun selama ini kata tersebut banyak ditafsirkan. Banyak yang menyebut bahwa itu sebagai Gresik. “Padahal bukan, karena kalau Gresik itu istilah baru,” urainya.


Nah, dari beberapa pertimbangan. Nama Warugasik itu lebih merujuk ke daerah yang ada di Kecamatan Dau. Dekat dengan Dinoyo. Tepatnya di daerah Sengkaling.


“Sehingga nama-nama daerah di Malang itu mirip dengan di Kediri. Salah satunya Karangdinoyo di Kepung,” papar Agus.


Tak hanya toponim, bahkan nama Kali Konto juga dihubungkan dengan toponim zaman kerajaan. Sungai besar dari pegunungan itu dari bahasa sansekerta yakni Nilakanta. Artinya adalah tenggorokan biru. Itu adalah salah satu julukan Dewa Siwa.


“Dewa yang bertenggorokan biru yang telah menyelamatkan dunia karena telah menelan racun Kalakuta,” terang Agus.


Dari cerita itulah, Siwa berada di gunung suci. Saat ini Gunung Kawi itu satu-satunya yang berani menghadang racun kalakuta dan tetasan itu ditelan oleh Siwa hingga tenggorokannya biru.


“Makanya disebut Nilakanta,” tambah Agus. Kemudian seiring dengan perkembangan zaman, hal itu dihubungkan dengan Kali Konto. (din/ndr/bersambung)

Editor : adi nugroho
#radarkediri #kediri #kelud