Jalur Selingkar Wilis tidak hanya membuka akses Kabupaten Nganjuk ke lima kabupaten lain di sekitar gunung Wilis. Melainkan juga menyimpan asa tentang pengembangan kawasan selatan Kota Angin.
Proyek Selingkar Wilis dimulai dengan membuka akses Desa Bajulan, Kecamatan Loceret hingga tembus Kabupaten Kediri. Membelah hutan milik Perhutani KPH Kediri, ratusan personel TNI bersama warga bahu membahu membangun jalan selebar tiga meter sepanjang 2,5 kilometer sejak Selasa (22/9) lalu.
Proyek pengaspalan jalan yang akan membuat warga Desa Bajulan menempuh jarak yang pendek untuk sampai ke Desa Kalipang, Grogol, Kabupaten Kediri itu ditarget tuntas 22 Oktober nanti. “Ini menjadi rintisan proyek Selingkar Wilis,” ujar Bupati Novi Rahman Hidhayat yang Selasa (22/9) lalu mengecek pemasangan batu makadam di jalan Selingkar Wilis.
Dikatakan Novi, proyek Selingkar Wilis akan dibangun sepanjang 39 kilometer untuk wilayah Nganjuk. Ditambah dengan lima daerah lain mulai Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan Madiun, diperkirakan panjang jalan akan mencapai hampir 200 kilometer.
Selain memulai rintisan proyek Selingkar Wilis, menurut bapak empat anak itu saat ini akan segera dibuat detail engineering design (DED) proyek Selingkar Wilis. “Seharusnya tahun 2020 ini sudah running, tapi karena ada Covid-19 akhirnya tertunda,” lanjut pria yang hobi memakai topi merah ini.
Lebih jauh suami Yuni Sophia ini mengatakan, proyek Selingkar Wilis bukan hanya untuk menghubungkan Nganjuk dengan lima daerah lainnya di sekitar lereng Wilis. Melainkan, juga untuk mengembangkan wilayah selatan Nganjuk.
Karenanya, selain proyek strategis nasional senilai total Rp 2,5 triliun itu, Pemkab Nganjuk juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya, dengan membangun jalan-jalan kecil menuju jalur Selingkar Wilis. “PAK ini Sawahan-Sedudo dibangun. Tahun depan dilanjutkan,” tuturnya sembari menyebut ada 24 proyek penunjang Selingkar Wilis senilai Rp 23,272 miliar tahun ini.
Dengan penambahan infrastruktur tersebut, menurut bupati muda itu wilayah selatan Nganjuk bisa semakin berkembang. Apalagi, pemkab juga mengembangkan pariwisata berbasis desa di sana.
Mulai dengan mengangkat potensi alam di lereng Wilis, hingga wisata buatan lainnya. Di antaranya, tanaman buah-buahan seluas 150 hektare di lereng Wilis yang akan dikemas jadi wisata desa. Mulai buah jeruk, duku, mangga, dan rambutan.
Seiring dengan terbukanya Selingkar Wilis, daerah-daerah tersebut akan menjadi destinasi wisata baru. “Otomatis bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Pengembangan Wilayah Selatan:
-Pemkab membangun infrastruktur jalan di sekitar Selingkar Wilis senilai Rp 23,272 miliar
-Menggagas pengembangan pariwisata desa di lereng Wilis
-Mengoptimalkan kampung buah seluas 150 hektare di beberapa desa
Editor : adi nugroho