KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Kediri boleh hanya diikuti satu pasangan calon (paslon). Toh, dinamika politik tetap saja menarik. Seperti yang tersaji kemarin, pasangan Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Mariya Ulfa mendatangi kantor PC Nahdlatul Ulama (NU).
Kunjungan yang disebut-sebut tak terjadwal itu jadi menarik karena beberapa hal. Selain kemarin adalah sehari sebelum masa kampanye, selama ini hubungan NU dengan PKB-salah satu partai pengusung pasangan Dhito-Dewi, kurang harmonis.
Lalu, apakah kunjungan kemarin terkait upaya untuk ‘mengharmoniskan’ hubungan pasangan ini dengan NU?
Calon wakil bupati (Cawabup) Dewi Mariya Ulfa enggan berkomentar panjang ketika dikonfirmasi soal kunjungannya itu. Melalui aplikasi perpesanan WhatsApp ketua cabang Fatayat NU ini hanya memberi jawaban singkat. Bahwa dia sering berkunjung ke kantor NU. Sehingga kunjungan kemarin adalah hal biasa baginya.
“Saya sering ke kantor NU,” jawabnya singkat.
Selama ini Dewi mengaku tak ada masalah dengan NU. Bahkan dia selalu berkomunikasi dengan para pengurus NU.
Bagaimana dengan Dhito? Hingga berita ini ditulis Dhito belum memberikan respon. Hanya, dalam beberapa kali kesempatan putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini mengaku dia sering melakukan kunjungan ke kiai-kiai sepuh. Selain untuk sungkem dan silaturahmi sekaligus juga memperkenalkan programnya bila terpilih nanti. Yaitu santri-preneurship, program kewirausahaan untuk santri.
“Santri akan dicetak menjadi wirausahawan yang andal. Sehingga perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri meningkat,” ujarnya.
Bagaimana dengan kubu NU? Menurut Ketua PCNU Kabupaten Kediri Muhammad Makmun, kedatangan Dhito-Dewi sebatas kunjungan biasa. “Murni silaturahmi,” akunya ketika ditanya Jawa Pos Radar Kediri.
Kunjungan itu juga tak lama. Tak lebih dari 30 menit. Pembicaraan yang berlangsung pun, menurut Gus Makmun-panggilan kiai ini-tak ada sangkut pautnya dengan masalah politik menjelang masa kampanye yang bakal dimulai hari ini (26/9).
“Tidak ada (bicara soal) dukung-mendukung. Kebetulan juga belum masuk masa kampanye,” akunya.
Meskipun demikian, Gus Makmun sangat menghargai kedatangan Dhito-Dewi. Pihaknya pun menyambut dengan baik selayaknya tamu. Menurut kiai asal Ploso ini kunjungan itu merupakan upaya Dhito untuk beriktikad baik.
Dhito sendiri diketahui sudah sering melakukan sowan ke sejumlah kiai pada beberapa pondok pesantren di Kabupaten Kediri. Seperti Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Pondok Kencong, Pondok Jampes dan juga Purwoasri. Bahkan saat ke pondok di Purwoasri ia juga bersama dengan Dewi.
Informasi yang diperoleh koran ini, Dhito-Dewi mendatangi kantor PCNU Kabupaten Kediri, di Jalan Imam Bonjol Kota Kediri, sekitar pukul 15.30. Pasangan ini datang tanpa rombongan besar. Kebetulan saat itu di kantor PCNU tengah berlangsung rapat anggota dan dewan kerja tanfidiyah. Termasuk lembaga Ansor.
Editor : adi nugroho