Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Boleh Uji Coba Bila Zona Kuning

adi nugroho • Senin, 21 September 2020 | 00:09 WIB
boleh-uji-coba-bila-zona-kuning
boleh-uji-coba-bila-zona-kuning

Hingga detik ini GTPP Covid-19 Kota Kediri belum mengeluarkan izin sekolah untuk menggelar KBM tatap muka. Alasannya sangat jelas. Kota Tahu masih berada di zona oranye persebaran Covid-19 di Jawa Timur.


“Kami akan memperbolehkan setidaknya kalau sudah masuk zona kuning. Terlebih kalau bisa di zona hijau,” tegas Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri Fauzan Adima kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.


Pihaknya mengaku tidak ingin mengambil risiko. Tidak hanya demi keselamatan murid dan guru semata. Namun untuk memutus rantai penyebaran virus korona di Kota Kediri.


Sayangnya, setiap kebijakan selalu ibarat pisau bermata dua. Ketika sekolah ditutup dan siswa harus belajar di rumah, yang terjadi justru kegiatan yang tak sesuai harapan. Banyak pelajar yang justru menghabiskan waktunya untuk nongkrong. Terutama di warung-warung kopi maupun kafe.


Menurut Fauzan hal itu memang sangat ironis. Terlebih jika tanpa mengindahkan penerapan prokes. Seperti tidak memakai masker.


“Kami akan tindak tegas. Sudah ada payung hukumnya. Biar teman-teman satpol PP yang menjalankannya,” tandas pria berkacamata tersebut.


Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid pun membenarkan bahwa izin menggelar KBM tatap muka belum turun. Bahkan hanya sekadar uji coba. Oleh karena itu pihaknya menegur SMAN 6 Kota Kediri yang sempat menggelar uji coba tanpa adanya izin.


“Kami hanya menanggapi aduan masyarakat dan menjalankan peraturan yang ada,” timpal Nur Khamid.


Kasi SMA dan PK-PLK Cabdispendik Kediri Chairul Effendi mengaku menyerahkan kewenangan tersebut kepada GTPP dan Pemkot Kediri. Meskipun pada dasarnya secara hirarki mereka berada di bawah Pemprov Jatim.


“Kami menghormati keputusan dan kebijakan yang diambil GTPP dan Pemkot Kediri. Kami tetap akan mematuhinya,” aku Effendi.


Meskipun begitu ia mengaku bahwa sudah pernah mengajukan permohonan KBM tatap muka. Namun proposal tersebut belum mendapat lampu hijau dari GTPP Covid-19 Kota Kediri.


Bagaimana tanggapan orang tua ketika KBM tatap muka masih belum boleh dilakukan? Santoso, 43, yang anaknya bersekolah di salah satu SMA di Kota Kediri mengaku lebih memilih sistem belajar daring. Ia mengaku tetap khawatir anaknya bisa saja terpapar virus korona.


“Mungkin tidak waktu di kelas yang sudah melengkapi prokes. Tetapi bisa saja sewaktu perjalanan terpaparnya,” ungkap Santoso.


Ia tidak ingin berjudi dengan keselamatan anaknya. Oleh karena itu Santoso lebih memilih anaknya untuk belajar daring. Selama nantinya vaksin atau pandemi korona telah sirna.


“Bagi orang tua keselamatan anak yang utama. Saya tidak ingin berspekulasi dengan hal itu,” dalihnya. (tar/fud)

Editor : adi nugroho
#radarkediri #sekolah