Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Guru dan Siswa Bakal Dapat Kuota

adi nugroho • Senin, 31 Agustus 2020 | 23:00 WIB
guru-dan-siswa-bakal-dapat-kuota
guru-dan-siswa-bakal-dapat-kuota


NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi prioritas di masa pandemi. Untuk menunjang proses pem­belajaran dalam jaringan (daring), ribuan guru dan siswa diusulkan mendapatkan kuota gratis. Meski tidak semua anak punya gawai, siswa tetap diusulkan untuk menerimanya. 


Kuota yang disediakan untuk guru dan siswa masing-masing nanti 10 giga byte (GB). Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, usulan kuota itu menindaklanjuti kebijakan dari pusat. “Meski ada siswa yang tidak punya gawai, tetap akan diusulkan karena itu sudah jadi haknya,” ucap Edy. 


Pria asal Tuban ini mengakui masih banyak yang harus dikaji atas bantuan tersebut. Dari hasil pengamatannya, ponsel yang dipakai siswa kebanyakan adalah milik orang tuanya.


Jika mendapat bantuan, maka kuota 10 GB itu tidak hanya dipakai untuk belajar saja tetapi digunakan untuk keperluan orang tuanya. 


Jika bantuan kuota digunakan untuk internet orang tuanya, maka jangka waktunya diprediksi tidak akan sampai satu bulan. “Nanti 15 hari sudah habis. Masalah lagi. Ini harus dilakukan kajian yang matang,” terangnya. 


Yang kini harus dilakukan adalah upaya melakukan kontrol penggunaan kuota. Jika ada cara mengontrolnya, maka bantuan bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa. Belajar cukup lewat daring selama satu bulan. 


Edy mengakui masih banyak yang kurang. Namun, kebijakan ini perlu dicoba. Baginya, tujuan adanya bantuan kuota ini untuk meringankan PJJ. Baik guru maupun siswa. Jika kelak masih ada kekurangan, setelah diujicoba patut dilakukan evaluasi.


Berapa jumlah penerima kuota tersebut? Menurut Edy, semua siswa maupun guru yang mengajar di sekolah swasta atau negeri tetap diusulkan mendapatkannya. Untuk data Cabdisdik saat ini, ada 109 lembaga sekolah yang akan diajukan mendapatkan kuota tersebut. Dari jumlah tersebut, maka jumlah siswa yang diajukan sebanyak 37.754 anak. Sedangkan tenaga pendidiknya sebanyak 1.431 guru. 


Dia berharap, dengan rencana bantuan kuota 10 GB, bisa meringankan beban siswa dan guru. Terpisah, Anik Istikomah, 17, siswi SMK di Kota Nganjuk mengaku, sudah pernah mendapatkan bantuan kuota di sekolahnya. Sayangnya, bantuan tersebut tidak bisa bertahan selama satu bulan. “Tiga sampai empat hari habis,” katanya.


Bagi Anik, kuota internetnya cepat habis karena pelajarannya banyak di-upload lewat youtube. Berbeda dengan Anik, Merysa, 16, siswi SMK di Kecamatan Bagor mengaku sama sekali belum menda­patkan bantuan kuota dari sekolahnya.  “Infonya mau di­ki­rim, tapi sampai sekarang belum ada,” kata Merysa. 


Dia bersyukur bila nanti dikirim kuota gratis dari sekolah. Dengan begitu, biayanya untuk beli kuota bisa sedikit berkurang. 

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #daring #radar nganjuk