Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bukti Artefak Berserak di Desa Pranggang

adi nugroho • Kamis, 27 Agustus 2020 | 00:05 WIB
bukti-artefak-berserak-di-desa-pranggang
bukti-artefak-berserak-di-desa-pranggang

Sejumlah artefak kuno terserak di desa ini. Beberapa di antaranya masih utuh. Sebagian lagi hanya menjadi sebuah fragmen saja.


 


Desa Pranggang menjadi salah satu wilayah di Kecamatan Plosoklaten yang memiliki cukup banyak peninggalan sejarah. Menjadi bukti daerah ini merupakan bagian penting dari perjalanan sang waktu. Baik sejarah di era kolonial maupun bukti-bukti peninggalan peradaban lama, di era kerajaan.


Bukti-bukti itu terangkum dalam beberapa artefak kuno. Artefak ini banyak ditemukan di Desa Pranggang.


Benda-bunda purbakala di Desa Pranggang relatif beragam. Rata-rata terbuat dari batu andesit. Benda  yang seperti itu seperti jambangan, arca Durga dan Budha, hingga jaladwara. Benda-Benda itu menjadi rangkaian bukti bahwa di kawasan ini dahulu terdapat sebuah peradaban kuno.


Bukti itu juga diperkuat dengan adanya sejumlah struktur bata kuno. Berada di di Dusun Banjarjo. Di dekat mata air samping Sungai Sumbersoko.


Penemuan struktur tersebut, menurut warga, secara alamiah. Bukan karena sengaja dicari atau digali. Muncul begitu saja setelah lapisan yang menutupnya tergerus air hujan. Lokasi ditemukannya struktur ini sehari-hari digunakan warga sebagai jalan menuruni tebing menuju sumber air yang berada di dasar lembah.


Tak jauh dari struktur di sumber itu juga pernah ditemukan struktur bata lain. Ukurannya lebih luas. Sayangnya struktur itu sudah hancur.


Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengatakan, ada sejumlah benda kuno yang tersebar di Desa Pranggang. Benda-benda itu seperti jaladwara yang ditemukan di tempat yang sama dengan penemuan struktur bata.


“Temuan jaladwara ini berasal dari struktur penggalian sisi selatan yang akan digunakan sebagai kolam ikan,” terangnya.


Menurut Yuli, jaladwara yang ini tergolong unik. Karena sangat jarang dijumpai di tempat lain. Bentuknya indah membulat seperti pancuran. Di bagian ujung merupakan padmasana ganda berlubang. Hanya saja pada batang bagian belakang saluran air sudah rusak.


Penemuan jaladwara itu menguatkan dugaan bahwa sendang di Dusun Sumberjo merupakan bekas sebuah petirtaan kuno. Terlebih didukung dengan adanya sumber air yang sejak dulu dikenal sebagai sendang bagi warga setempat.


Di Desa Pranggang ini sumber air tergolong melimpah. Banyak ditemukan di beberapa sudut desa. Banyak dimanfaatkan untuk tambak budidaya ikan air tawar.


Di Desa Pranggang juga pernah ditemukan benda-benda purbakala lain. Salah satunya adalah jambangan yang saat ini digunakan warga untuk tempat minum sapi.


“Kemudian ada juga fragmen arca Dyani Budha Amogasidhi, arca Durga, dan arca berbentuk naga,” ujarnya. (din/fud/bersambung)

Editor : adi nugroho
#radarkediri #kediri