Sumber Ubalan di Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten ini tak lepas dari cerita rakyat tentang Adipati Panjer. Penguasa Kadipaten Panjer kala itu.
Sumber Ubalan bisa dibilang menjadi salah satu sumber terbesar di wilayah Kecamatan Plosoklaten. Tak heran jika sumber yang lokasinya di tengah hutan ini dimanfaatkan bagi banyak sektor. Salah satunya adalah untuk pariwisata yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.
Soal sejarahnya, sumber yang ada di Dusun Kalasan ini memiliki cerita panjang. Keberadaannya tak lepas dari cerita rakyat tentang Adipati Panjer. Seorang pemimpin kadipaten saat zaman kerajaan dahulu.
Ada sejumlah peninggalan yang dikaitkan dengan keberadaan kadipaten di wilayah ini. Salah satunya adalah Situs Panjer yang lokasinya di Desa Panjer. Tepat di sebelah barat Desa Jarak. Di sana terdapat situs yang di dalamnya ada sejumlah artefak kuno.
Salah satunya adalah arca yang menampakkan seorang laki-laki. Laki-laki itu digambarkan dalam posisi duduk dengan kaki dilipat. Arca itu menggambarkan lelaki tersebut dalam posisi semedi.
Kedua tangan depan diletakkan di atas lutut. Sedangkan kedua tangan belakang membawa atribut yang tidak dapat diidentifikasi lagi kare sudah aus. Bagian kepala arca ini telah pecah karena dirusak oknum yang tak bertanggung jawab.
Saat ini arca tersebut kondisinya aman. Karena dirawat pemerintah di lokasi situs.
Sutikno, warga setempat, menceritakan bahwa Kadipaten Panjer mulai dahulu hingga saat ini merupakan daerah yang subur. Banyak sumber air yang ada di sekitarnya. Termasuk sumber air yang ada di lereng Kelud. Kawasan timur Desa Panjer.
“Adipati Panjer suka memelihara ayam jago dan sering sabung ayam di pendapa kadipaten,” ujarnya.
Dalam kisahnya, adipati tewas di tangan seseorang yang ingin merebut istrinya. Pembunuhnya adalah Gendam Smaradana. Tewasnya sang adipati ini membuat seluruh rakyat Panjer marah. Mereka mengejar Gendam dan istri adipati untuk membalas kematian pemimpinnya itu.
Keduanya lari ke tengah hutan. Karena merasa terkepung maka keduanya menceburkan diri ke sebuah sendang. “Di sana mereka hilang atau muksa. Kemudian sumber air mubal (menyembur, Red),” ujarnya.
Masih menurut Tikno, untuk mengingat peristiwa itu masyarakat menamakan sendang itu sebagai Sendang Kemantenan. Yang saat ini dikenal dengan nama Sumber Ubalan.
Hingga saat ini masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa sumber air itu memiliki nilai supranatural yang tinggi. Setiap tahun ada ritual kebur ubalan di sana. Sedangkan Gendam Smaradana diabadikan dalam bentuk arca. Namanya adalah arca Smaradana yang saat ini diyakini sebagai arca yang ada di Situs Panjer. (din/fud/bersambung)
Editor : adi nugroho