Perkebunan di daerah Satak menyimpan banyak sejarah terpendam. Sejumlah artefak dan benda purbakala banyak ditemukan di kawasan terpencil ini.
Penemuan benda kuno paling banyak sebenarnya di daerah Afdeling Sumber, masih masuk Desa Satak, Kecamatan Puncu. Saat itu ketika perusahaan masih di bawah pengelolaan Belanda, benda-benda kuno itu dikumpulkan di dalam pabrik Satak. Yang merupakan salah satu pabrik pengolahan kopi terbesar kala itu. Pabrik Satak sendiri masih merupakan bagian dari PTPN XII Ngrangkah Pawon.
Hingga kini beberapa arca masih bisa dijumpai di sana. Diamankan di depan rumah dinas wakil manajer pabrik.
“Dulu pernah mau dicuri orang tapi balik lagi,” ujar Salim, salah seorang karyawan bagian keamanan perkebunan.
Ia menyebut bahwa di daerah perkebunan Satak ini banyak peninggalan zaman kerajaan. Tersebar di sejumlah afdeling. Selain Satak, juga ada di Afdeling Sumber, Damarwulan, dan Babadan.
“Di Damarwulan juga banyak,” tambahnya.
Menurut cerita masyarakat sekitar perkebunan, di kawasan itu juga masih terdapat benda-benda kuno yang masih terpendam. Zaman dulu banyak yang menemukan itu berada di kedalaman tertentu. Salah satu benda kuno yang ditemukan itu adalah arca Dewa Siwa. Yang saat ini tampak masih utuh disimpan di dalam area pabrik. Ditaruh di tengah kolam di depan rumah dinas.
Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko menambahkan, arca Siwa yang ada di Satak menjadi satu dengan yoni yang menjadi alasnya. Ciri dari arca Siwa di sana adalah digambarkan dengan posisi samabhangga di atas padmasana. Juga dilengkapi sinar prabha di belakangnya. “Bagian kepala menggunakan jamakuta, mengenakan anting pada kedua telinganya,” kata Yuli.
Arca ini memiliki empat tangan. Pada tangan bagian belakang membawa trisula kecil. Sedangkan bagian kiri belakang membawa camara. Kemudian kedua tangan depan bertemudi depan perut, menggenggam aksamala. Sementara pada bagian dada mengenakan hiasan kalung dan tali kasta atau upavita.
“Di samping kaki kanan dan kiri ada bunga teratai yang tumbuh dari dalam vas bunga,” ujarnya.
Jika dilihat secara kontekstual masa pembuatan arca ini, artefak ini sezaman dengan masa Majapahit kala dipimpin Hayam Wuruk. Karena ditemukan di afdeling Sumber yang di sana terdapat jambangan batu dengan angka tahun 1277.
Beberapa literatur menyebut bahwa Dewa Siwa merupakan salah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) dalam agama Hindu. Kedua dewa lainnya adalah Brahma dan Wisnu. Siwa merupakan dewa tertinggi dalam kepercayaan Hindu Saiva. Pada candi-candi Hindu, Siwa sering dilambangkan sebagai lingga yang terletak di dalam bilik candi.
Adanya arca Siwa di kawasan perkebunan ini semakin memperkuat bahwa kawasan tersebut merupakan lokasi penting di zaman kerajaan. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga terdapat bangunan suci yang saat ini masih terpendam. (din/fud/bersambung)
Editor : adi nugroho