TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Benda bersejarah dan cagar budaya kembali ditemukan di Nganjuk. Kali ini, Sutikno, 51, warga Desa Demangan, Tanjunganom yang menemukan lima kendi dan sebuah sumur tua tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Kepada koran ini Sutikno mengatakan, dia menemukan benda tersebut saat menggali tanah untuk bata merah. “Kedalamannya lebih dari tiga meter,” ujarnya. Kendi-kendi itu menurut pria tua itu terpendam di pasir. Diakui Sutikno, ada banyak benda kuno yang berada di lokasi penggalian. Tidak hanya jenis kendi, ada pula jenis senjata seperti keris.
Namun, benda-benda tersebut sudah dijual kepada kolektor asal Kediri. Bahkan, orang berasal dari luar pulau seperti Makassar juga pernah mendatangi desanya untuk mencari benda peninggalan bersejarah yang diprediksi dari akhir zaman Majapahit.
Selain benda-benda tersebut, menurut Sutikno ada pula tiga titik sumur tua di areal pemakaman. “Beberapa sudah ditimbun. Tinggal satu ini yang masih utuh,” lanjutnya menunjuk lokasi sumur yang sudah ditumbuhi semak belukar.
Sumur tua yang juga diprediksi dari zaman Majapahit itu dulu pernah dimanfaatkan warga ketika air sumur di desa mengering. Belakangan sumur dengan kedalaman sekitar 21 meter tersebut tak lagi dipakai karena warga khawatir beracun.
Sementara itu, dinas pariwisata, kepemudaan, olahraga dan kebudayaan (disparporabud) akhirnya meminta terakota berupa kendi untuk dijadikan koleksi museum. Kepala Disparporabud Fadjar Judiono melalui Kasi Sejarah, Seni Tradiri, Museum dan Kepurbakalaan Amin Fuadi mengungkapkan penyelamatan benda bersejarah ini penting untuk penambahan koleksi museum. “Bagi penemu, tetap akan kita berikan imbal jasa,” terang Amin.
Nama penemu benda bersejarah itu menurut Amin juga akan tetap diabadikan. Yakni, dengan mencantumkannya di label saat dipasang di museum.
Ditanya terkait asal terakota yang diduga dari zaman Majapahit, menurut Amin masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Meski demikian, dari ciri-ciri kendi yang ditemukan, terutama kendi susu, menunjukkan ada pengaruh Tiongkok di sana. “Pemilik kendi susu seperti itu biasanya seorang tokoh,” tegas Amin sembari menyebut pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu.
Selain kendi, temuan paling menonjol yang menunjukkan zaman Majapahit adalah sumur tua. Amin memperkirakan jika di Demangan dahulu merupakan perkampungan.
Itu terlihat dari bekas peninggalan lainnya seperti umpak dan batu tempat untuk beribadah. Selain itu adalagi pecahan keramik yang diperkirakan dari kerajaan Cina. “Butuh penelitian lebih lanjut,” jelasnya.
Editor : adi nugroho