Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Covid-19 Tembus 275 Orang

adi nugroho • Jumat, 21 Agustus 2020 | 19:10 WIB
covid-19-tembus-275-orang
covid-19-tembus-275-orang

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kedisiplinan memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan di Kota Angin harus semakin ditingkatkan. Pasalnya, kemarin Kasus Covid-19 di Kota Angin tembus 275 orang. Ini setelah kemarin ada delapan pasien tambahan. Tiga di antaranya berasal dari kategori suspek atau suspect yang naik status.    


Kedelapan orang tersebut tertular korona setelah melakukan kontak dengan pasien positif terdahulu. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya menunjukkan gejala sakit. Yakni, demam dan sesak napas. “Tiga pasien yang ada keluhan sakit langsung dirawat di rumah sakit,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.


Ketiga pasien tersebut menurut Hendri sebelumnya berstatus suspect. Yakni,


pasien laki laki berusia 44 tahun asal Nganjuk yang dirawat di RSUD Nganjuk. Kemudian, perempuan berusia 22 tahun asal Baron, dan perempuan berusia 21 tahun yang dirawat di RSUD Kertosono.


Selain tiga orang tersebut, ada pasien laki laki berusia 49 tahun asal Pace. Pria yang mengeluhkan panas dan nyeri pada perut itu terpaksa dirawat di RS Darurat Covid-19 Pu Sindok. “Yang bersangkutan pernah punya riwayat berpergian dari Surabaya,” lanjut Hendri.


Berbeda dengan empat pasien terdahulu, empat orang lainnya harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka adalah laki laki berusia 22 tahun asal Pace. Dia tertular setelah berpergian ke Surabaya dan Tulungagung. Lalu, perempuan berusia 59 tahun asal Ngronggot yang melakukan kontak dengan pasien positif terdahulu.


Ada pula anak perempuan berusia tiga asal Ngronggot yang tertular dari ibunya. Terakhir, perempuan berusia 51 tahun asal Tanjunganom yang punya riwayat bepergian dari Surabaya. “Karena tidak ada keluhan sakit mereka tetap menjalani isolasi mandiri,” terang Hendri.


Seperti sebelumnya, Hendri menjelaskan, penularan Covid-19 di Nganjuk berasal dari keluarga dan kluster dari luar kota. Yakni, pasien yang tertular setelah bepergian ke luar daerah.


Karenanya, pria yang juga sekretaris dinas kesehatan ini meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar kota jika tidak mendesak. Hendri juga meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat beraktivitas di luar rumah. Terutama, terkait kedisiplinan memakai masker.


Dokter berkacamata itu menjelaskan, Pemkab Nganjuk sudah membagikan dua juta masker kepada masyarakat. Karenanya, tidak ada alasan lagi warga Kota Angin tak memakai masker. “Disiplin memakai masker berarti kita juga melindungi keluarga dari potensi penularan korona,” tegas Hendri sembari menyebut pandemi di Nganjuk bisa segera selesai jika masyarakat kompak dan aktif melakukan pencegahan.


Untuk diketahui, dengan penambahan delapan kasus baru kemarin, total kasus Covid-19 di Nganjuk mencapai 275 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 52 orang di antaranya menjalani perawatan. Selanjutnya, 31 orang meninggal, dan 192 orang lainnya sembuh.


Kemarin menurut Hendri ada tiga tambahan pasien yang sembuh. Ketiganya berasal dari Tanjunganom. Yaitu, Yaitu, perempuan berusia 50 tahun, 45 tahun, dan 27 tahun. “Mereka sembuh setelah selesai menjalani isolasi mandiri di rumah,” urai Hendri.


Sementara itu, meski jumlah pasien yang sembuh juga bertambah, status lain terkait Covid-19 juga bertambah. Misalnya, kontak erat menjadi total 3.613 orang. Kemudian, pelaku perjalanan sebanyak 49.416 orang. Sedangkan untuk kategori suspect turun tiga orang menjadi 385 kasus.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #covid-19 #radar nganjuk