Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

FS Bendungan Margopatut Dimulai

adi nugroho • Sabtu, 8 Agustus 2020 | 23:00 WIB
fs-bendungan-margopatut-dimulai
fs-bendungan-margopatut-dimulai


NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Studi kelayakan proyek strategis nasional (PSN) bendungan Margopatut akan segera dimulai. Hal tersebut menyusul selesainya tender penyusunan perencanaan lanjutan studi kelayakan yang dimenangkan oleh PT Tuah Agung Anugrah dari Riau. 


Untuk diketahui, total ada anggaran Rp 3,4 miliar yang disiapkan oleh Pemkab Nganjuk untuk pelaksanaan feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Dari anggaran tersebut, PT Tuah Agung Anugrah mengajukan penawaran senilai Rp 3,2 miliar. “Setelah tanda tangan kontrak, studi kelayakan bisa dimulai,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Adam Muharto.


Lebih jauh Adam mengungkap­kan, selama ini tender diserahkan kepada unit layanan pengadaan (ULP). Adapun bappeda merupakan OPD yang akan menggunakan output dari FS yang dilakukan rekanan.


Dikatakan Adam, FS yang dilakukan akhir tahun ini merupakan tindak lanjut studi kelayakan yang dilakukan pada tahun 2008 lalu. Dalam FS sebelumnya, pembangunan  bendungan Margopatut sudah dinyatakan layak. 


Meski demikian, sesuai rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dirjend Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pe­rumahan Rakyat, pemkab diminta me-review FS karena dokumen dibuat lebih dari 10 tahun lalu. 


Salah satu yang ditindaklanjuti menurut Adam adalah investigasi geologi. Saat itu dipastikan tidak ada sesar atau patahan yang bisa membahayakan. Karena itu pula, hasil investigasi geologi tersebut dilanjutkan dengan studi kelayakan yang baru ini.


Yang akan diperdalam pada studi kelayakan saat ini menurut Adam adalah telaah ulang di lokasi yang akan dibangun bendungan. “Contoh sederha­nanya bebatuan yang ada di lokasi akan dicek, posisinya tetap atau ada perubahan. Batunya lapuk atau tidak, semua harus klir,” jelasnya. 


Tidah hanya pada struktur tanah, pada musim cuaca tertentu juga akan dicek kondi­sinya termasuk keadaan masya­rakat. Sejauh ini, masyarakat di sana tidak ada yang mem­persoalkan pembangunan bendungan tersebut. 


Dalam realisasinya kelak, menurut Adam pemkab juga butuh pengawalan dari balai bendungan dan balai besar. Sebab, proyek ditargetkan akan dikerjakan tahun 2023 nanti. 


Dari hasil studi kelayakan ini, menurut Adam nantinya juga akan diketahui bagaimana pembangunan bendungan ke depan. Misalnya, dari bentuk bisa memanjang agak dangkal atau nanti pendek tapi dalam. Dari dua opsi itu, ada ke­mungkinan bendungan akan dikerjakan dalam bentuk pendek tetapi dalam. 


“Pada tahun 2008, masih sedikit bendungan yang kedalamannya sampai 100 meter, hal yang membuat orang takut. Kini dengan kecanggihan teknologi kedalaman 170 meter sudah lumrah,” tuturnya menyebut salah satu contoh perbedaan FS 2008 dan FS 2020 ini.

Editor : adi nugroho
#margopatut #kabar nganjuk #radar nganjuk #psn #bendungan