Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (25)

adi nugroho • Jumat, 7 Agustus 2020 | 20:00 WIB
lereng-utara-kelud-kawasan-penting-sejarah-jawa-25
lereng-utara-kelud-kawasan-penting-sejarah-jawa-25


Kecamatan Kandangan menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak peninggalan masa klasik. Batu-batu andesit terserak di sejumlah lokasi. Terutama di bantaran Kali Konto.


 


Tak ada yang menyangka dua batu yang teronggok di tepi jalan di Kampung Kauman, Desa/Kecamatan Kandangan ini merupakan artefak kuno. Benda dari batu andesit ini diduga kuat merupakan sebuah lingga patok yang sudah berusia 600 tahun lebih.


Memang, jika dilihat dari jauh tak ada yang istimewa dari batu ini. Bentuknya pun juga seperti patok pada umumnya. Bahannya mirip dengan patok atau tugu yang terbuat dari bahan semen. Namun jangan salah, jika dilihat seksama dua batu ini sengajak dibuat untuk kepentingan tertentu.


Jika dikaitkan dengan ritual pada agama Hindu, lingga merupakan objek pemujaan. Juga sebagai media untuk sembahyang. Biasanya lingga berbentuk arca dengan wujud dewa. Sementara dari berbagai sumber menyebut bahwa kata lingga ini merupakan singkatan dari Siwalingga. Merupakan benda yang tegak dan tinggi. Objek ini melambangkan falus atau alat kelamin pria. Juga menjadi lambang kesuburan beserta dengan yoni.


Lambang kesuburan semacam ini, yang teronggok di jalan, pernah juga dijumpai di Dusun Sukabumi, Desa Siman, Kecamatan Kepung. Bedanya, benda tersebut merupakan artefak yoni. Sangat disayangkan yoni yang dulu digunakan sebagai media sembahyang itu saat ini dijadikan penyangga tiang bendera.


Sementara, lokasi dari lingga patok yang ada di Kandangan tersebut sangat mudah dijumpai. Dua benda purbakala itu berada di Jalan Pare Lama. Jalan utama penghubung Kediri-Malang masa lalu, sebelum dipindahkan di Jalan Pare Baru. Letaknya tak jauh dari Masjid Agung Kandangan. Sekitar 300 meter dari Pasar Kandangan.


Dari keterangan Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko, jika dilihat secara kontekstual, Desa Kandangan memang kaya akan tinggalan sejarah dari lintas masa.


Kata Yuli, di Desa Kandangan juga ditemukan jobong batu berangka tahun 1058 saka pada masa Panjalu. Ada juga lingga berinskripsi 1171 saka semasa Kerajaan Tumapel, yang tak kalah berharganya adalah keberadaan prasasti kusmala dengan angka tahun 1272 saka yang merupakan kekuasaan Kerajaan Majapahit.


“Sehingga kebudayaan masyarakat dan permukiman kuno di Kandangan dari masa Panjalu hingga Majapahit masih diteruskan,” ujarnya.


Untuk itu, jika dikaitkan dengan masa-masa tersebut, dua lingga patok ini sangat dimungkinkan dalam kurun masa abad 11 hingga 14. Keberadaan artefak lingga patok ini menjadi bukti keberadaan peradaban masyarakat di timur Kabupaten Kediri masa lalu. Utamanya di bantaran aliran Kali Konto yang merupakan aliran lahar terbesar di utara Gunung Kelud. (din/fud/bersambung)


 



Dua Lingga Patok Kandangan


Bahan         : Batu Andesit Warna Hitam


Tinggi         : 110 cm


Lebar          : 40 cm


Tebal          : 40 cm


 


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri #jawa #sejarah #kelud