Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (6)

adi nugroho • Senin, 20 Juli 2020 | 20:25 WIB
lereng-utara-kelud-kawasan-penting-sejarah-jawa-6
lereng-utara-kelud-kawasan-penting-sejarah-jawa-6

Aktivitas vulkanik Kelud membuat jejak peradaban kuno di sekitarnya terpendam. Termasuk jejak sejarah berupa struktur bata kuno di dekat aliran lahar.


 


Struktur bata kuno dekat aliran lahar tersebut merupakan sebuah gapura. Ini diyakini sebagai gerbang masuk daerah sakral. Penemuan struktur bata kuno di dekat aliran lahar Dusun Lestari, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu ini pada 20 Juni 2020.


Tepat ketika ada aktivitas penggalian tanah di aliran lahar guna keperluan tanah uruk. Tatanan bata merah berukuran besar itu diduga kuat sebagai pintu gerbang ke daerah sakral atau kawasan suci era klasik.


Untuk menuju loaksi ini memang melewati medan yang cukup sulit. Kondisi tanah berpasir membuat kendaraan tak bisa melaju stabil. Dari perkampungan warga di Dusun Lestari, bisa ditempuh dengan jarak 1 kilometer. Melewati perkebunan tebu. Kemudian menyusuri jalur lahar yang berada di tengah-tengah tebing. Bahkan tebing itu tingginya ada yang mencapai hampir 10 meter.


Sesampainya di lokasi, tatanan bata merah itu tampak jelas. Berada di ketinggian 5 meter dari dasar aliran lahar. Kondisi salah satu struktur masih bagus. Satu lagi sudah hancur terserak karena longsoran tanah. Yang jelas, struktur itu ada dua. Awalnya warga mengira itu merupakan batas suatu wilayah.


Namun, Arkeolog BPCB Jawa Timur Nugroho Harjo Lukito mengungkapkan, dari hasil peninjauannya ke lokasi diduga merupakan pintu gerbang. “Ada dua struktur, yang satu masih utuh, satu lagi sudah tinggal puingnya saja. Gerbang ini menuju sebuah tempat di sebelah timurnya,” jelasnya.


Sesuai dugaan, dari keterangan warga di sana, di sebelah timur struktur itu konon pernah ditemukan beberapa benda bersejarah lain. Seperti pecahan keramik dan tembikar. Namun itu belum bisa dipastikan karena tak ada bukti kuat.


Menariknya, gerbang ini mengarah ke tenggara. Kata Nugroho, itu mengarah ke Gunung Kelud yang menjadi gunung suci di Pulau Jawa. Dan itu tidak menutup kemungkinan menjadi lokasi sakral atau tempat pemujaan masyarakat pada masa itu. Memang sejauh ini, kawasan lereng utara Kelud ini, Nugroho tak mengelak jika menjadi kawasan penting zaman kerajaan.


“Daerah Puncu dan Kepung memang banyak peninggalan dari masa Kerajaan Kediri hingga Majapahit. Sehingga tidak bisa dimungkiri bahwa daerah ini merupakan daerah penting pada masa lalu,” ungkapnya.


Jika dilihat dari lingkungan sekitar, Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Eko Priyatno mengatakan bahwa kawasan ini memiliki banyak peninggalan dari periodisasi abad 9 hingga abad 11. Salah satunya di Dusun Bodag, Desa Wonorejo.


“Di sana juga pernah ditemukan umpak yang tipenya berasal dari Mataram Kuno. Dengan gaya Jawa Tengahan,” ujarnya.


Termasuk jika dikaitkan dengan Candi Dorok di Desa Manggis dan Candi Kepung yang ada di Dusun Jatimulyo, Desa Kepung. Dilihat dari bahan dan strukturnya hampir serupa. “Hanya saja yang di sini (Wonorejo, Red) ukurannya lebih kecil,” jelasnya.


Dari bukti ini, tak heran jika sangat banyak peninggalan bersejarah di lereng utara Gunung Kelud. Sebagai kawasan penting yang memiliki potensi peninggalan purbakala cukup tinggi. (din/ndr/bersambung)


 


Editor : adi nugroho
#radarkediri #kediri #jawa #sejarah