Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Area GOR Jayabaya Kediri Ditutup, Ini Alasannya

adi nugroho • Sabtu, 20 Juni 2020 | 23:52 WIB
area-gor-jayabaya-kediri-ditutup-ini-alasannya
area-gor-jayabaya-kediri-ditutup-ini-alasannya

KOTA, JP Radar Kediri – Mulai Kamis pagi (18/6), Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melakukan penutupan sementara ke area GOR Jayabaya, Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto. Peraturan tersebut dilakukan untuk sementara hingga waktu yang belum ditentukan.



          Dijelaskan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima, bahwa hal tersebut sebagai bentuk antisipasi. “Karena minggu kemarin ada laporan masyarakat di sana (GOR, Red), sudah banyak kerumunan orang,” ujar Fauzan saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.


          Ia menambahkan bahwa dari laporan disertai foto, sudah banyak kerumunan orang yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan. Baik untuk menjaga jarak, dan juga mengenakan masker saat berada di luar rumah.


          Penutupan ini, lanjut Fauzan, masih bersifat sementara. Ia menjelaskan bahwa penutupan tersebut dilakukan supaya tidak terjadi penularan dari orang tanpa gejala (OTG) yang belum berdeteksi, atau munculnya klaster baru. “Terus dipantau, Mas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri itu.


          Fauzan menegaskan bahwa nantinya akan terus dievaluasi, baik dari penegak perda, dalam kasus ini Satpol PP Kota Kediri bersama dengan masyarakat sekitar.


Selama masyarakat masih tidak disiplin, maka akan tetap ditutup sampai Kota Kediri dinyatakan zona hijau. Ditanya soal apabila adanya laporan lain di tempat keramaian lain, Fauzan menjelaskan bahwa akan dilakukan penindakan. Mulai dari kesiapan tempat keramaian tersebut terkait protokol kesehatan, hingga teguran dan sanksi. “Pasti, nanti kalau ada laporan masyarakat atau pengamatan langsung dari petugas tentang adanya tempat yang ramai, tidak disiplin protokol, dan masih membandel, maka tempat itu akan ditutup,” jelasnya.


          Sementara itu, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan bahwa kemarin pagi, pihak Satpol PP Kota Kediri juga sudah melakukan pendataan dan sosialisasi terkait pemasangan banner penutupan sementara kegiatan di area GOR Jayabaya. “Benar, Mas, masih nunggu lagi pemberitahuan lebih lanjut, terkait penutupan sementara ini,” ujar Nur Khamid.


          Untuk tempat-tempat lain yang ramai, Nur Khamid menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengingatkan tempat seperti warung atau kafe yang masih buka namun tidak mematuhi protokol kesehatan.


          Beberapa warung, dan kafe, juga sudah dilakukan penutupan sementara. “Penutupan satu hari, karena tidak mematuhi protokol kesehatan. Lalu jika masih ngeyel, bisa tiga hari, sampai pencabutan izin usaha,” tegasnya.


          Sementara itu, kabar baik kembali datang di Kabupaten Kediri. Beberapa hari terakhir, kondisi penularan Covid-19 semakin menunjukkan kondusivitas. Hal ini karena adanya beberapa kasus yang telah terkonfirmasi negatif korona dan dinyatakan sembuh.


Seperti kabar tadi malam, terdapat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. “Yang sembuh ada satu pasien,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib.


Pasien itu berasal dari Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan. Chotib menyebut bahwa perempuan 48 tahun tersebut selama ini melakukan isolasi mandiri di rumahnya. “Pasien tersebut merupakan satu dari 6 kasus Klaster Maspion Sidoarjo,” ungkap Chotib.


Pasien itu, sudah tiga kali melakukan swab. Hasilnya, untuk swab kedua dan ketiga mendapat hasil negatif. Dari pemeriksaan laboratorium, hasil swab yang dilakukan pada pasien tersebut terkonfirmasi negatif dua kali berturut-turut.


Dengan demikian saat ini terdapat 185 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, dengan rincian 148 orang dirawat, 27 orang sembuh dan 10 orang meninggal.


Meski ada peningkatan pada pasien yang sembuh, namun Chotib menegaskan bahwa hal itu jangan sampai membuat masyarakat menurunkan kewaspadaan. “Tetap patuhi protokol kesehatan yang disarankan pemerintah,” jelasnya.


Ia juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi dan disiplin dalam mencegah penularan Covid-19. Masyarakat untuk tetap ingat tiga hal yang harus dilakukan, yaitu menjaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas.


“Tiga hal ini menjadi pelindung diri kita, sekaligus melindungi keluarga dan sesama dari Covid19,” ungkapnya.


Untuk diketahui, dari total 27 orang yang sembuh dari korona, paling banyak adalah dari Kecamatan Pare. Ada 9 pasien sembuh yang berasal dari wilayah ini. Chotib menjelaskan, kesembuhan mereka tak lepas dari upaya perawatan dan pengawasan yang intensif dari petugas medis. “Termasuk kepatuhan pasien selama menjalani karantina,” tambahnya.


 


 


 

Editor : adi nugroho
#kediri #kota kediri