NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus meningkat. Setelah sebelumnya ada 18 pasien yang dinyatakan sembuh, Jumat (5/6) ada tiga pasien lagi yang diperbolehkan pulang karena hasil swab mereka sudah negatif dua kali berturut-turut.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, tiga pasien yang sembuh kemarin (5/6) adalah pasien laki-laki berusia 28 tahun asal Ngronggot. Kemudian, perempuan berusia 60 tahun dan 78 tahun asal Baron. “Tiga pasien ini semuanya dirawat di RSUD Nganjuk,” ujar Hendri tentang pasien korona ke 22, 23, dan 24 itu.
Lebih jauh Hendri menjelaskan, dua pasien perempuan asal Baron merupakan klaster rekreasi Srambang, Ngari. Sedangkan satu pasien lainnya asal Ngronggot memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya.
Dengan kesembuhan tiga pasien tersebut, berarti total ada 21 pasien yang sembuh dari korona. Sebanyak 10 lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Nganjuk. “Kasus positif tetap 32. Belum ada tambahan,” lanjut Hendri sembari menyebut satu pasien korona lainnya meninggal dunia.
Melihat semakin banyaknya pasien positif Covid-19 yang sembuh, Hendri menegaskan jika penyakit akibat virus dari Wuhan, Cina itu bisa disembuhkan. Karenanya, dia kembali meminta masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif kepada pasien dan keluarganya.
Sebaliknya, masyarakat diminta memberikan dukungan moril. Di saat yang sama, pria yang juga sekretaris Dinas Kesehatan Nganjuk ini meminta agar masyarakat juga melakukan pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Memakai masker jika berada di luar rumah dan sering mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir,” pintanya.
Imbauan pencegahan korona terus digencarkan bukannya tanpa alasan. Hingga kemarin menurut Hendri jumlah orang dalam risiko (ODR) kembali bertambah menjadi total 41.676 orang. Selanjutnya, jumlah orang tanpa gejala (OTG) juga bertambah menjadi 989 kasus. “Kenaikan data tersebut menunjukkan pemkab terus melakukan antisipasi penyebaran virus Covid-19,” jelasnya.
Hingga kemarin, menurut Hendri gugus tugas terus melakukan pelacakan atau tracing kontak pasien. Termasuk, pelacakan kontak terhadap pasien yang saat ini diisolasi di Kediri karena hasil rapid test mereka reaktif. “Otomatis keluarga dekat yang pernah kontak harus di-tracing,” tegasnya.
Warga yang sudah melakukan kontak dengan pasien reaktif itu, jelas Hendri, langsung diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia berharap ratusan warga yang tergolong OTG itu benar-benar mematuhi protokol kesehatan pencegahan korona. Sehingga, kasus Covid-19 di Nganjuk tidak meluas lagi. “Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) tidak bertambah,” imbuh Hendri sembari menyebut masing-masing 98 kasus dan 92 kasus.
Editor : adi nugroho