Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tetap Antusias Belanja Jajanan Idul Fitri

adi nugroho • Rabu, 20 Mei 2020 | 17:31 WIB
tetap-antusias-belanja-jajanan-idul-fitri
tetap-antusias-belanja-jajanan-idul-fitri

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk-Meski berlangsung dalam kondisi pandemi korona, masyarakat nampaknya tetap antusias menyambut lebaran tahun ini. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang berbelanja jajanan untuk perayaan Idul Fitri.


Seperti di salah satu toko jajanan lebaran Desa Tembarak, Kertosono. Di sana, pengunjung terlihat berjubel memilih jajanan. Mei Dwi Handayani, 22, penjaga took mengatakan, pembeli jajanan lebaran memang tetap banyak.



Bahkan, semakin mendekati hari H lebaran, pembeli jajanan di tempatnya terus naik. Terlebih, jika dibandingkan dengan penjualan pada hari-hari normal sebelum Ramadan.



Peningkatan pembeli jajanan lebaran itu menurut Dwi bisa mencapai 4-5 kali lipat dibanding hari biasa. “Kalau dibanding hari biasa, memang ada peningkatan yang cukup signifikan,” aku Dwi.



Minimal, pengunjung yang datang ke tempatnya akan membelanjakan sedikitnya Rp 100 ribu untuk membeli jajanan lebaran. Ada berbagai macam jajanan yang banyak diincar pembeli di sana. Mulai dari keripik, stik balado, dan lain sebagainya. “Tapi mayoritas belinya jajanan kering,” sambung perempuan berkerudung tersebut.



Menurut pengakuan pembeli kepadanya, kebanyakan membeli jajanan untuk suguhan saat lebaran. Masyarakat diakui Dwi tetap menyiapkan jajanan lebaran seperti biasanya. Namun, jika nanti tidak ada acara silaturahmi keliling, setidaknya jajanan kering itu masih dapat dinikmati bersama keluarga di rumah.



Meski pengunjung yang datang ke tempatnya tetap ramai, menurut Dwi jumlahnya jauh berkurang jika dibandingkan Ramadan tahun lalu. Kala itu, pengunjung di tempatnya sudah membanjiri tokonya sejak H-7 lebaran. “Sudah penuh itu tokonya dari pagi sampai malam tutup,” kenang Dwi.



Penurunan pembeli itu diperkirakan mencapai sekitar 30 persen. Menurutnya, hal itu terjadi tak lain lantaran adanya pandemi Covid-19. Yang mana, mengharuskan warga untuk tetap berada di rumah saja.



“Tahun lalu saja saat toko akan tutup masih saja ada yang beli di sini. Dulu, sampai malam takbiran itu masih ramai pembeli,” pungkas perempuan asal Desa Kalianyar, Ngronggot tersebut.



Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #lebaran #idul fitri #radar nganjuk