Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Proyek Pasar Gringging dan Pasar Kras Jalan Terus

adi nugroho • Rabu, 6 Mei 2020 | 21:19 WIB
proyek-pasar-gringging-dan-pasar-kras-jalan-terus
proyek-pasar-gringging-dan-pasar-kras-jalan-terus

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Tidak semua proyek pembangunan terganggu pandemi Covid-19. Seperti revitalisasi Pasar Kras dan Pasar Gringging misalnya. Dua proyek yang sudah dimulai itu terus berjalan. Bahkan, kedua proyek itu sudah masuk tahap kontrak.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Tutik Purwaningsih mengatakan, dua proyek pembangunan pasar itu tetap berlanjut. Meskipun ada beberapa proyek di Kabupaten Kediri yang terhenti karena dampak Covid-19.


“Pembangunan Pasar Kras dan Pasar Gringging tetap jalan tahun ini,” kata Tutik.


Tutik mengatakan pembangunan kedua pasar tersebut berdasarkan pertimbangan perekonomian di dua wilayah tersebut. Terutama pertimbangan faktor pedagang. Seluruh pedagang di dua pasar tersebut akhir tahun lalu telah direlokasi ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) yang dibuat disdag. Jika tidak dilanjutkan maka akan berdampak parah pada pedagang.


“Karena pedagang sudah di TPPS, apabila tidak dilanjutkan maka dampak sosial ekonomi mereka nantinya dikhawatirkan akan tambah terpengaruh,” ungkapnya.


Sebelumnya, pedagang Pasar Gringging telah pindah ke TPPS. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari pasar yang direnovasi. Total stan yang dibangun di TPPS itu sebanyak 853 los. Tapi itu belum termasuk pedagang yang selama ini menempati kios. Jumlah pedagang yang dijelaskan terakhir itu mencapai 94 orang.


Dua pasar tradisional ini, yakni Gringging dan Kras, merupakan pasar yang relatif besar di Kabupaten Kediri. Keduanya memiliki jumlah pedagang yang lebih banyak dibanding pasar-pasar lain. Karena itu alokasi anggaran untuk kedua pasar tersebut sangat besar. Mencapai Rp 16 miliar untuk revitalisasi Pasar Gringging dan Rp 10 miliar digunakan untuk pembangunan Pasar Kras.


Dari pantauan koran ini, kondisi Pasar Gringging saat ini sudah rata dengan tanah. Kontraktor juga telah memasang pagar penutup di sekeliling proyek. Menandakan bahwa pelaksanaan revitalisasi akan berlangsung dalam waktu tak lama.


Tutik menjelaskan, pembangunan Pasar Gringging tak terlepas dari kondisinya yang sudah kurang layak. Termasuk jumlah pedagang yang tak sebanding daya tampung pasar alias sudah overload.


“Dengan kondisi demikian memang sudah seharusnya dilakukan revitalisasi total,” jelasnya.


Salah satu kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan adalah ketika musim penghujan. Air dari jalan raya menggenangi pasar hingga ke area dalam. Penyebabnya adalah pasar yang berdiri sejak 1970-an tersebut posisinya lebih rendah dari permukaan jalan.


Berbeda dengan proyek revitalisasi Pasar Gringging dan Kras, rencana untuk beberapa pasar lain mengalami penundaan. Bahkan persiapan membangun TPPS juga terpengaruh. Alias tak jadi dilaksanakan saat ini. Rencana pembangunan TPPS yang ditunda itu adalah yang terkait rencana revitalisasi Pasar Gurah dan Wates.


 “Untuk TPPS Pasar Gurah dan Wates di-cancel. Karena kondisi adanya Covid-19 ini sangat sulit untuk sosialisasi. Termasuk secara psikologi pedagang saat ini juga belum memungkinkan,” dalih Tutik.


Pertimbangan lain, menurut wanita ini, adalah belum pastinya waktu berakhirnya wabah korona. Sehingga kondisi relokasi ke TPPS yang lebih sempit dinilai juga tak memungkinkan. Terutama terkait aturan physical distancing dari pemerintah.


 

Editor : adi nugroho
#pasar gringging #kediri #covid 19 #wabah