Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Salat Jumat di Masjid Baiturrahman dengan Physical Distancing

adi nugroho • Sabtu, 11 April 2020 | 20:36 WIB
salat-jumat-di-masjid-baiturrahman-dengan-physical-distancing
salat-jumat-di-masjid-baiturrahman-dengan-physical-distancing

KEDIRI - Suasana salat Jumat di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, kemarin, terlihat berbeda. Selain tidak padat, saf beberapa jamaah yang salat di sana pun tak rapat. Namun cukup renggang.


Pihak takmir memang telah membuat tanda silang hitam di lantai masjid. Itu merupakan tanda untuk memberi jarak antar jamaah atau menerapkan physical distancing. Kebijakan tersebut sudah diterapkan sejak Jumat pekan lalu (3/4).


Keadaan itu dibenarkan Tamam Syafii, 75, Ketua Takmir Masjid Baiturahman, mengatakan bahwa yang diterapkan di masjid sudah sesuai imbauan pemerintah. Yakni untuk melakukan physical distancing.


Selain itu, juga menjalankan prosedur kesehatan yang lain. Seperti penyemprotan disinfektan serta menganjurkan pada jamaah untuk mencuci tangan terlebih dahulu.


“Saya pikir yang diterapkan di masjid tidak masalah. Karena kami tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk memberi jarak antar jamaah. Jaraknya sepanjang satu meter,” ungkap pria berkaca mata cokelat itu.


Tamam menambahkan, pemberlakuan physical distancing tersebut tidak mengurangi niat kedatangan jamaah. Sebab, jumlahnya tetap memenuhi syarat untuk melaksanakan salat Jumat. Walau begitu, Masjid Baiturahhman pernah meliburkan dua kali salat Jumat. Yakni, ketika awal Kota Kediri dinyatakan menjadi zona merah oleh pemerintah pusat.


Sedangkan untuk pelaksanaan salat Raowatib, seperti Subuh hingga Isya, masjid tetap melaksanakan dengan berjamaah. Sesuai yang sudah mereka terapkan pada salat Jumat


Bahkan untuk salat Tarawih yang nanti dilakukan pada bulan suci Ramadan, Tamam juga menjelaskan, Masjid Baiturrahman memungkinkan untuk melaksanakannya. Namun demikian, tetap melihat kondisi Kota Kediri dari pandemi virus korona. Selain itu juga memperhatikan kesehatan jamaah.


“Karena salat Tarawih hukumnya sunah, orang-orang bisa melakukannya di masjid maupun di rumah. Namun insya Allah Masjid Baiturrahman tetap melakukan salat Tarawih,” tambahnya.


Ali Rahmad, 23, salah satu jamaah yang mengikuti salat Jumat di Masjid Baiturrahman, mengaku, baru kali ini menemukan masjid yang mengadakan salat Jumat di tengah pendemi korona. Apalagi jumlah jamaahnya pun masih banyak.


“Tadi lho Mas saya hitung ada 13 saf, lumayan banyak itu meskipun diberi jarak tiga kotak lantai,” urai pria yang memakai baju kuning itu.


Ali berharap, masjid yang lain di Kota Kediri menerapkan seperti yang dilakukan di Masjid Baiturrahman. Dia pun berdoa, pandemi ini cepat berlalu agar bisa merasakan suasana Ramadan dan berkegiatan sepertia biasanya.


 

Editor : adi nugroho
#jumatan #sholat #kediri #masjid #jamaah #salat jumat