KEDIRI - Upaya sterilisasi terus dilakukan di wilayah Kota Kediri. Kemarin, Polres Kediri Kota melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa ruas jalan. Pagi di wilayah Kecamatan Kota. Sedangkan pada sore hingga petang di wilayah Kecamatan Mojoroto dan Pesantren. Tujuannya, memutus rantai penyebaran virus korona dengan mensterilkan jalanan.
Dalam penyemprotan itu polisi menyiapkan 5 ribu liter cairan disinfektan. Volume itu untuk kebutuhan satu hari. “Sasarannya di ruas jalan dengan mobilitas tinggi,” terang Kasatsabhara AKP Karyoko.
Polisi menggunakan satu kendaraan watercanon untuk menyemprotkan disinfektan. Dengan dikawal beberapa kendaraan patroli, kendaraan yang biasa digunakan untuk pemecah massa itu melintasi jalan-jalan protokol. Terutama di jalan-jalan yang volume kendaraannya tergolong tinggi.
“Tadi di Jalan Mayjend Sungkono, Diponegoro, Hasanudin, Imam Bonjol, ke Ahmad Yani, Hayam Wuruk, Erlangga, dan Jalan Brawijaya. Kembali lagi ke Mapolres Kediri Kota,” ujar mantan Kapolsek Semen itu.
Selain melakukan penyemprotan, polisi juga menyuarakan pengumuman. Isinya agar warga kota mengurangi kegiatan di luar rumah. Jika tidak ada urgensinya. Seperti nongkrong, bermain, atau kegiatan yang menciptakan kerumunan.
Karyoko menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan pagi dan sore hari. Personel gabungan itu terus melakukan supaya tidak ada masyarakat yang bergerombol. “Untuk kebaikan bersama dan memutus rantai persebaran. Atau menghindari adanya kontak fisik yang dapat menyebabkan penularan,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk pedagang, Karyoko menegaskan tidak ada instruksi pembatasan waktu berjualan. Hanya, mereka diimbau agar tidak melayani makan di tempat. Makanan yang dipesan harus dibawa pulang pembeli. “Dianjurkan, kalau ingin membeli makanan sebaiknya dibungkus dan dibawa pulang saja. Agar tidak berlama-lama di luar,” terang Karyoko.
Sebelumnya, upaya serupa telah dilakukan pemkot. Terutama penyemprotan di tempat umum dan tempat ibadah. Upaya penyemprotan mandiri oleh warga juga banyak dilakukan. “Harusnya dilakukan setiap hari. Nanti kami bantu untuk pembuatan disinfektan sendiri. Agar bisa dilakukan penyemprotan setiap hari,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar beberapa waktu lalu.
Dari Pare, Polres Kediri juga melakukan upaya serupa. Terlebih setelah penetapan Kabupaten Kediri menjadi zona merah korona di Jatim. Menyusul salah seorang warga Kecamatan Pare yang positif korona dan meninggal dunia.
Yang menjadi sasaran utama penyemprotan disinfektan adalah wilayah Kampung Inggris. Dengan menggunakan water canon, polisi mulai melakukan penyemprotan pada pukul 15.00.
Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono menjelaskan, hal tersebut merupakan langkah pertama yang dilakukan Polres Kediri terkait penetapan Kampung Inggris menjadi zona merah korona. “Upaya selanjutnya yaitu memberi surat pernyataan ke pemilik tempat yang berpotensi ramai agar tidak buka melebihi batas waktu yang sudah ditentukan,” jelas Lukman, kemarin (27/3).
Penyemprotan disinfektan tersebut dimulai dari Mapolres Kediri. Selanjutnya mobil watercanon menuju Kampung Inggris. Sepanjang jalan menuju kampung Inggris disinfektan terus disemprotkan.
Di sela-sela aktivitas itu petugas juga berupaya membubarkan kerumunan yang ada. Polisi juga meminta pemilik warung, kafe, dan tempat yang mengundang massa membuat pernyataan agar tak buka sampai larut malam.
Di Plosoklaten, polisi terpaksa membubarkan acara resepsi pernikahan. Acara itu dilakukan oleh warga di Desa Gondang. “Kami mengimbau warga agar tidak mengumpulkan massa. Baik itu acara hajatan pernikahan, khitanan, reuni, atau apapun acara yang mengumpulkan orang banyak,” tegas Kapolsek Plosoklaten AKP Sudarsono.
Di Plemahan penyemprotan disinfektan dilakukan di berbagai titik. Baik di kantor pemerintahan maupun permukiman.“Tadi kami melakukan penyemprotan bersama Muspika di beberapa titik. Di kantor pemerintahan, di sekolah, dan di permukiman,” jelas Kapolsek Plemahan AKP Suharyanta.
Suharyanta menanbahkan, penyemprotan disinfektan dilakukan di beberapa masjid. Terutama sebelum salat Jumat.
Editor : adi nugroho