NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Gelombang kepulangan para pekerja dan mahasiswa ke Nganjuk, masih terus terjadi. Akibatnya, jumlah orang dalam risiko (ODR) di Kota Angin melonjak ribuan. Pemkab Nganjuk langsung merespons dengan menyiapkan penanganan karantina untuk mereka.
Bupati Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pihaknya menyiapkan bangunan RSUD Kertosono lama untuk tempat karantina. “Tadi (kemarin, Red) bangunannya mulai dibersihkan. Setelah bersih akan direnovasi,” ujarnya.
Novi menargetkan renovasi bisa selesai akhir April. Kemarin dia mengaku sudah menginstruksikan untuk menghitung kebutuhan dana renovasi dan kelengkapan fasilitas di bangunan RSUD Kertosono lama.
Sedikitnya menurut bupati muda itu ada 65 kamar di sana yang bisa dimanfaatkan. Tiap kamar bisa diisi dua bed. Sehingga, daya tampung rumah karantina nanti maksimal 130. “Di sana mereka akan diobservasi selama 14 hari. Kalau dinyatakan sehat bisa kembali ke keluarganya,” lanjut Novi sembari menyebut rumah karantina juga diperuntukkan bagi orang dalam risiko (ODR) yang saat ini berdatangan dari luar Nganjuk.
Untuk diketahui, kesiapan bangunan RSUD Kertosono lama kemarin dicek langsung oleh orang nomor satu di Pemkab Nganjuk ini. Bersama Wabup Marhaen Djumadi, Dandim 0810 Letkol Kav Joko Wibowo, Ketua DPRD Tatit Heru Tjahjono, dan Plt Sekda Nur Solekan, mereka mengecek tiap ruangan.
Selebihnya, mereka memantau proses pembersihan bangunan yang dilakukan oleh tim gabungan dari pemkab, TNI, dan polisi itu.
Sementara itu, jika Kamis (26/3) lalu jumlah ODR sebanyak 1.315 orang, kemarin jumlahnya kembali bertambah ribuan orang. Yakni, mencapai 2.129 orang.
Terkait hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dr Hendriyanto mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan wilayah penyebarannya. “Jumlahnya melonjak karena banyak warga yang pulang kampung setelah diliburkan,” ujar Hendri.
Tidak hanya pekerja dari luar daerah, banyak pula mahasiswa yang pulang karena kampus mereka libur. Ribuan ODR tersebut, beber Hendri, akan dipantau selama 14 hari.
Jika mereka mengalami gejala seperti demam, sesak napas, dan radang tenggorokan, tim kesehatan akan menetapkan mereka sebagai ODP. “Saat ini jumlah ODP di Nganjuk ada 17 orang,” lanjutnya sembari menegaskan di Nganjuk belum ada kasus Covid-19. Dua pasien yang meninggal di Nganjuk dipastikan negatif korona.
Tak hanya ODR dan ODP yang bertambah, Hendri menjelaskan, jumlah pasien dalam pengawasan juga bertambah. Jika sebelumnya hanya tiga orang, kemarin naik menjadi empat orang. Tiga orang dirawat di RSUD Nganjuk, dan satu pasien lainnya di RS Bhayangkara.
Editor : adi nugroho