Upacara Melasti di Nganjuk: Jemaat Dibatasi, Minum Jamu sebelum Ritual

adi nugroho • Dipublikasikan Senin, 23 Maret 2020 | 01:25 WIB
upacara-melasti-di-nganjuk-jemaat-dibatasi-minum-jamu-sebelum-ritual
upacara-melasti-di-nganjuk-jemaat-dibatasi-minum-jamu-sebelum-ritual

LOCERET, JP Radar Nganjuk- Di tengah ancaman pandemi virus korona, umat Hindu di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret tetap menjalankan rangkaian upacara Melasti dengan khidmat, kemarin (21/3). Sebelum kegiatan tersebut digelar, Pemkab Nganjuk melakukan penyemprotan disinfektan di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis dan lokasi ritual di objek wisata Roro Kuning.


          Seperti yang diungkapkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Nganjuk Harianto. Sebelum kegiatan dimulai pemkab memastikan sudah dilakukan penyemprotan disinfektisida sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Semua rangkaian bisa berjalan lancar,” ucap Harianto.


          Bukan itu saja. Sesuai dengan anjuran atau protokol kesehatan disebutkan bahwa warga yang sedang sakit hari ini tidak diperkenankan untuk mengikuti ritual. “Kalau sakit tidak mungkin bisa berjalan dari pura sampai ke sini (Roro Kuning, Red),” ungkap Mantan Camat Rejoso ini.


Upaya pencegahan sudah dilakukan.Hal ini nantinya berlaku juga saat pelaksanaan upacara Taur Kesanga yang akan digelar pada  Selasa mendatang (24/3)


          Saat Taur Kesanga atau Taur Agung kelak ada kirab ogoh-ogoh yang akan diarak di lokasi Monumen PB Jenderal Sudirman. “Agar massa tidak membeludak, ke depan akan dilakukan pembatasan. Kami akan bekerjasama dengan polisi dan TNI untuk melakukan pengamanan selama upacara digelar,” beber Harianto. Selain membatasi jumlah pengunjung agar tidak membeludak, waktu pelaksanaan kirab juga akan dipersingkat.


          Ketentuan untuk ikut protokol kesehatan itu telah menjadi komitmen umat Hindu Nganjuk di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. “Kami tetap mengadakan upacara ini karena yang ikut adalah warga asli Desa Bajulan dan kegiatannya tidak keluar dari desa tetap di desa yang sama, kegiatan tidak sampai ke luar desa,” ungkap Damri, Panindita Pura Kerta Ghuwana Giri Wilis.


          Selain kegiatannya terlokalisir, Damri mengaku, tidak hanya membacakan mantra untuk melawan penyakit tetapi juga upaya umatnya agar tetap menjaga kesehatan tubuh. “Sebelum upacara pensucian ini, semua pasien diwajibkan untuk mengonsumsi jamu yang disediakan khusus untuk umat,” ungkapnya.


          Selain itu, upacara Melasti ini juga bertujuan untuk mendoakan agar bumi menjadi suci. Termasuk bersih dari serangan wabah penyakit seperti saat ini. Setelah rangkaian doa dilakukan di lokasi wisata Roro Kuning, kegiatan terakhir adalah melarung semua sesaji ke Sungai Bajulan.


          Larung sesaji inilah yang ditunggu-tunggu warga. Tidak hanya melepas unggas, umat juga melarung hasil alam lainnya mulai dari buah-buahan, sayuran, hingga padi. “Tadi warga desa ikut membaur dan rebutan sesaji yang dilarung di sungai,” ucap Lauji, Kepala Desa Bajulan, Loceret.


 

Editor : adi nugroho
loceret covid 19 radar nganjuk nganjuk bajulan