Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Stok Masker Menipis, Pemkot-Polresta Kediri Lakukan Sidak

adi nugroho • Kamis, 5 Maret 2020 | 01:42 WIB
stok-masker-menipis-pemkot-polresta-kediri-lakukan-sidak
stok-masker-menipis-pemkot-polresta-kediri-lakukan-sidak

KOTA, JP Radar Kediri – Panic buying yang terjadi di beberapa kota di Indonesia diantisipasi oleh Pemkot Kediri dan Polres Kediri Kota. Kedua lembaga itu segera melakukan sidak ke beberapa tempat penjualan peralatan kesehatan. Hasilnya, meskipun stok masker menipis namun tidak sampai terjadi pembelian yang berlebihan.



Selain itu, polisi memastikan tidak ada upaya penimbunan oleh para pengepul.  Menipisnya stok karena pengiriman dari distributor tersendat sejak beberapa bulan terakhir.


Sidak yang berlangsung kemarin langsung dipimpin oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana. Sementara dari pemkot diwakili oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Nur Muhyar.


“Sidak untuk melihat ketersediaan (peralatan kesehatan) di Kota Kediri,” terang Nur Muhyar di sela-sela sidak di Transmart kemarin.


Hingga kemarin, Nur menjelaskan, di Kota Kediri tak terjadi adanya panic buying peralatan kesehatan seperti masker dan antiseptik. Juga tak ada pembelian di luar kewajaran terhadap sembilan bahan pokok (sembako).


Namun demikian pemkot berusaha untuk mengantisipasinya. Karena itu mereka berkoordinasi dengan kepolisian. Yaitu bila sampai ditemukan penimbunan dan penjualan kembali dengan harga mahal bisa dicegah.


Salah satu upaya dari pemkot, melalui disperdagin, adalah upaya rutin yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Lembaga ini secara rutin melakukan pemantauan lapangan. Melihat kondisi stok bahan makanan dan komoditas lainnya. Baik itu yang ada di pasar tradisional, supermarket, hingga apotek.


Sementara itu, Kapolres AKBP Miko Indrayana menegaskan, langkah yang dilakukan pihaknya dan pemkot sebagai upaya pencegahan. Apalagi saat ini di media sosial (medsos) marak pemberitaan terkait penimbunan sembako, masker, maupun alat kesehatan lainnya.


“Tentu saja terus dilakukan antisipasi. Mulai dari penjual dan masyarakat sekitar,” terang Miko.


Miko menegaskan bahwa polisi akan bertindak tegas. Bila ada laporan penimbunan, baik itu sembako, masker, atau alat kesehatan lainnya, mereka tak segan menindak. Termasuk bila ada indikasi seseorang atau sekelompok orang menjual barang-barang tersebut lebih mahal dari harga normal.


“Kami imbau mulai dari penjual. Karena pastinya para penjual apabila menemukan orang asing yang hendak membeli dengan jumlah banyak agar segera memberitahu ke petugas,” pintanya.


Dari hasil sidak di pasar tradisional, supermarket, dan apotek, memang terjadi kekurangan stok masker. Namun, kondisi itu terjadi sudah agak lama. “Apotek dan supermarket sudah melakukan pemesanan. Namun stok dari distributor juga belum ada,” terangnya.


Kelangkaan ini, lanjut Miko,  ditengarai disebabkan dua hal. Yaitu stok masker yang berkurang dari distributor  dan pasokannya juga belum ada. Kedua, WNI yang berada di luar negeri meminta kiriman masker dari Indonesia.


 

Editor : adi nugroho
#polisi #inflasi #polres kediri kota