Honorer SMA/SMK Masih Aman

adi nugroho • Dipublikasikan Rabu, 26 Februari 2020 | 17:07 WIB
honorer-smasmk-masih-aman
honorer-smasmk-masih-aman

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Meski pemerintah pusat sudah memulai langkah penghapusan tenaga honorer, ratusan guru honorer di SMA/SMK di Nganjuk masih “aman”. Pasalnya, hingga Februari ini Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk belum merespons kebijakan dari pusat tersebut. 


Untuk diketahui, di puluhan SMA/SMK yang ada di Nganjuk sedikitnya terdapat sekitar 650 guru honorer. Jumlah itu belum termasuk tenaga honorer yang ada di sana.


Mengenai nasib mereka pascarencana penghapusan dari pusat, Kacabdisdik Pemprov Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, pihaknya memang belum mengambil langkah. Alasannya, hingga Februari ini belum ada surat resmi dari pusat terkait penghapusan tenaga honorer tersebut.


Seperti halnya Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk, Edy mengungkapkan, ratusan guru honorer di SMA/SMK tidak mungkin langsung dihapus begitu saja. “Sebagian dari mereka orang-orang lama yang mengabdi di sekolah,” ujarnya.


Jika tenaga honorer benar-benar dihapus sesuai rencana pusat, Edy berharap guru tanpa nomor induk pegawai (NIP) itu bisa mendapat prioritas di rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Sebab, P3K tidak mengenal batasan umur. “Pegawai yang masa pensiunnya tinggal satu tahun saja masih bisa ikut tes,” lanjutnya.


Edy menjelaskan, para guru honorer di lembaganya tidak perlu diragukan dedikasinya. “Masak kita hanya peduli saat butuh saja, ketika kondisi seperti ini kita tinggalkan,” lanjutnya.


Meski demikian, jika nanti penghapusan tenaga honorer benar-benar dilakukan, dia berharap masa kerja mereka jadi pertimbangan. Sehingga, guru yang sudah lama mengabdi bisa diprioritaskan.


Terkait banyaknya jumlah guru honorer, Edy menjelaskan, cabdisdik sudah menerapkan larangan perekrutan guru honorer secara langsung. “Harus seizin dinas baru bisa rekrut guru non-ASN,” tegasnya sembari menyebut jumlah guru honorer terdata lengkap di cabdisdik.


Sementara itu, jika cabdisdik belum merespons rencana penghapusan tenaga honorer, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nganjuk mulai menyiapkan proses verifikasi data honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk. Seperti diberitakan, data di BKD Nganjuk total ada 6. 326 tenaga honorer. Padahal, kebutuhan tenaga honorer hanya sekitar lima ribu orang atau overload lebih dari 1.000 orang.


Terkait langkah verifikasi, Kabid Pengadaan dan Mutasi BKD Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, verifikasi data tenaga honorer akan dilakukan Maret nanti. “Kami akan undang semua OPD,” ujar Agus.


Dalam pertemuan itu, terang Agus, BKD akan meminta data jumlah tenaga honorer. Termasuk jumlah tenaga harian lepas (THL) di tiap OPD. “Nanti akan kami kroscek,” lanjutnya.


Setelah data tenaga honorer dari puluhan OPD di Nganjuk lengkap, menurut Agus barulah BKD Nganjuk akan melakukan verifikasi. “Sekaligus mengambil langkah selanjutnya,” tegas Agus.


 


Honorer di SMA/SMK:


-Total ada sekitar 650 guru honorer di puluhan SMA/SMK


-Jumlah itu belum termasuk jumlah tenaga honorer non-guru


-Cabdisdik menerapkan larangan rekrutmen guru honorer tanpa izin dinas


-Cabdisdik belum menindaklanjuti rencana penghapusan tenaga honorer karena belum menerima surat resmi dari instansi di atasnya

Editor : adi nugroho
kabar nganjuk radar nganjuk