Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Titik Longsor Dekat Perumahan Wilis Indah 2, Ini Sebabnya

adi nugroho • Senin, 24 Februari 2020 | 00:54 WIB
dua-titik-longsor-dekat-perumahan-wilis-indah-2-ini-sebabnya
dua-titik-longsor-dekat-perumahan-wilis-indah-2-ini-sebabnya

KOTA, JP Radar Kediri – Hujan lebat membuat longsor di aliran Sungai Kedak. Khususnya di Kelurahan Pojok, Kecamatna Mojoroto, kemarin Jumat (21/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Rencana hari ini, dilakukan kerja bakti oleh warga sekitar dan BPBD Kota Kediri.


          Longsoran tersebut diperkirakan akibat hujan lebat yang terjadi di wilayah Kelurahan Pojok sejak pukul 01.00 WIB hingga 20.00 WIB. “Kami, (BPBD Kota Kediri, Red) sudah melakukan asesmen di lokasi semalam,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno.


          Dua titik lokasi tersebut berada di kawasan Perumahan Wilis Indah 2. Longsoran tembok penahan tanah (TPT) selebar kurang lebih 9 meter dengan kedalaman sekitar 4 meter berada di blok G12, RT 8/RW 6. Sedangkan, longsoran tanpa TPT selebar 9 meter dengan kedalaman lebih dari 10 meter berada di blok  I 7, RT 3/RW 7.


          Dua kejadian tersebut terjadi hampir satu waktu, yaitu sekitar pukul 16.30 WIB. Longsor yang berada di blok I 7, berjarak kurang lebih empat meter dari rumah warga. Pohon mangga dan rimbunan bambu juga ikut longsor.


          Tanah longsor itu berada di depan empat rumah. Antara lain milik Riswadi, Nurwidodo, Sodik dan Yayuk. Mereka mengaku tidak dapat tidur semalaman, lantaran tanah retak yang berpotensi longsor susulan sepanjang 14 hingga 20 meter yang dapat mengancam rumah yang lain. “Tidak bisa tidur, warga takut ada longsor susulan,” ujar Riswadi, 43, warga terdampak.


          BPBD juga sudah mengimbau agar warga tidak panik. Juga, pihak BPBD sudah melakukan dropping material berupa 50 karung untuk diisi pasir yang berfungsi sebagai tanggul darurat. Polsek Mojoroto juga sudah memasang garis polisi untuk keamanan warga, karena lokasi longsor berada tepat di sisi jalan perumahan.


          Warga sekitar juga berencana melakukan kerja bakti hari ini bersama BPBD. Permintaan itu disampaikan sendiri oleh warga sekitar, mengantisipasi curah hujan tinggi yang terus turun hampir setiap hari. Ditambah, retakan tanah yang sudah terlihat di sekitar lokasi longsor dapat segera dicegah agar tidak sampai terjadi longsor susulan.


          Untuk diketahui, sepanjang aliran sungai Kedak sendiri di kawasan blok I 7, tidak terdapat TPT, sebagian tanah berjenis pasir dan di tumbuhi rimbunan bambu dan pohon milik warga.


Pada saat kejadian longsor, tidak terjadi peningkatan volume yang signifikan di aliran sungai. Warga sendiri berpendapat bahwa longsoran terjadi akibat curah hujan dan genangan air dari kawasan perumahan. “Debitnya gak terlalu tinggi mas kemarin, mungkin disebabkan oleh hujan lama dan air dari jalanan perumahan,” ujar Wagiyanto, 70, warga sekitar.  

Editor : adi nugroho