Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Akhir Tahun, Dua Pasar di Kediri Selesai Revitalisasi

adi nugroho • Selasa, 1 Oktober 2019 | 01:40 WIB
akhir-tahun-dua-pasar-di-kediri-selesai-revitalisasi
akhir-tahun-dua-pasar-di-kediri-selesai-revitalisasi


KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kediri tengah getol menata pasar tradisional yang ada. Setidaknya pemkab akan merevitalisasi pasar tradisional yang dinilai sudah tidak layak.


Saat ini pemkab sedang menyelesaikan tahap akhir revitalisasi dua pasar tradisional. Yakni Pasar Bendo di Kecamatan Pare dan Pasar Tiron di Kecamatan Banyakan. “Target kami awal Desember sudah selesai semua,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Tutik Purwaningsih.


Untuk Pasar Tiron Tutik menyebut bahwa volume pedagang di pasar tersebut tidak terlalu banyak. Sehingga dalam hal pembangunan pun juga dipastikan akan selesai tepat waktu. “Sementara untuk Pasar Bendo, sekarang sudah tahap finishing dan pembangunan mencapai 80 persen,” terangnya. Sehingga untuk dua bulan kedepan ia berharap pembangunan tersebut sudah selesai semua.


Sementara untuk proyek selanjutnya,Tutik menyebut bahwa akan merevitaliasi sejumlah pasar lagi pada tahun depan. Saat ini dua pasar sudah mulai digarap tempat penampungan pedagang sementara (TPPS). Pembangunan TPPS tersebut adalah untuk  Pasar Kras, Kecamatan Kras, dan Pasar Gringging, Kecamatan Grogol.


“Insya Allah di 2020 kami mulai untuk pembangunan dua pasar tersebut,” jelasnya.


Revitalisasi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri tersebut tak lepas dari kondisi saat ini yang dinilai kurang layak. Apalagi di beberapa pasar sudah mengalami overload pedagang. Sehingga, kata Tutik, pasar-pasar tersebut harus segera dilakukan pembenahan total.


“Rata-rata pasar yang dikelola pemkab usianya sudah tua. Dari evaluasi kami semua perlu penataan ulang,” ujarnya.


Penataan tersebut mulai dari tata letak lapak, kios, dan tempat parkir. Sehingga hal tersebut akan memudahkan arus jual beli di pasar yang kondisinya sudah overload tersebut. Termasuk pengelolaan TPS sampah yang menjadi salah satu sorotan di pasar tradisional.


“Karena semua itu dinilai sudah tidak layak dan tidak sesuai SNI pasar. Sehingga mau tidak mau kita upayakan untuk revitalisasi,” ungkapnya.


Tak hanya pertimbangan tersebut yang menjadi alasan revitalisasi. Pasar Gringging misalnya. Pasar itu lokasinya berada tepat di tepi jalan raya. Padahal kontur jalan setiap tahun mengalami kenaikan. Hal tersebut membuat pasar tersebut selalu tergenang saat musim penghujan.


“Ini yang memang perlu mendapatkan perhatian,” tandasnya.


Ia berharap dengan revitaliasi ini bisa meningkatkan perputaran uang di pasar tradisional. Yang akan berpengaruh pada meningkatnya ekonomi pedagang.


Terkait bentuk bangunan, Tutik menegaskan bahwa konsep revitalisasi pasar tradisional ini menggunakan konsep satu lantai. Dengan bangunan lapak di area tengah pasar dan kios di sisi kanan dan kiri pasar. Hal itu telah dicontohkan pada dua pasar yang telah direvitalisasi. Yakni Pasar Mojo dan Pasar Papar yang beberapa tahun lalu usai dibangun. Termasuk juga di Pasar Bendo.  Tutik menyebut bahwa Pasar Bendo bisa menjadi percontohan konsep pasar tradisional yang baik.

Editor : adi nugroho
#ekonomi #pare #pasar kediri #perbaikan