Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jembatan Baru Mrican Bakal Punya Dua Jalur

adi nugroho • Sabtu, 28 September 2019 | 21:29 WIB
jembatan-baru-mrican-bakal-punya-dua-jalur
jembatan-baru-mrican-bakal-punya-dua-jalur

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Persiapan pembangunan proyek Jembatan Mrican terus dikebut. Setelah melakukan pengukuran area terdampak akses jalur penghubung, kini persiapan fokus pada daerah sekitar jembatan. Bahkan rencananya, pemerintah akan segera memulai eksekusi pembebasan lahan untuk kebutuhan jalur menuju jembatan tersebut.


“Kalau bisa akhir tahun ini segera dieksekusi,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Irwan Chandra saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.


Pembangunan jembatan penghubung Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo dengan wilayah Kota Kediri tersebut menurutnya memang menjadi kebutuhan mendesak. Apalagi, rencana pembangunan bandara Kediri juga semakin matang. Pemerintah Pusat memastikan bandara yang akan dibangun PT Gudang Garam, Tbk itu bakal mulai awal 2020 nanti.


“Kami juga melihat kondisi kemacetan di wilayah Kota Kediri yang semakin parah. Terutama di Jembatan Semampir yang lokasinya sangat dekat dengan traffic light,” ujarnya.


Selama ini Irwan mengaku terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Terutama dalam pelaksanaan pembangunan jembatan bekas milik PG Mritjan itu. Termasuk koordinasi dengan pihak provinsi. Koordinasi tersebut diakui Irwan karena proyek jembatannya akan diserahkan pada pihak provinsi. Sedangkan untuk akses jalannya menjadi tanggungan pemerintah daerah.


“Jembatan kami usulkan ke provinsi. Sementara jalur penghubung akan dibangun dengan anggaran kabupaten,” jelasnya.


Yang menjadi tanggungan pemkab di antaranya pembebasan bangunan milik warga. Yaitu yang berada di sepanjang jalur dari perempatan Jongbiru hingga jembatan. Panjangnya sekitar 500 meter.


Pelebaran jalan tersebut bervariasi. Masing-masing 5 meter sisi kanan dan sisi kiri. Dan sejauh ini, sebagian besar warga telah menyetujui dengan rencana pembebasan lahan tersebut.


“Pemerintah juga telah intensif berkoordinasi dengan warga untuk kebutuhan pembebasan lahan,” imbuhnya.


Di sisi lain, Irwan mengungkapkan, akses jalan dari jembatan sisi barat, juga sebagai akses penghubung dari exit tol Kertosono-Kediri yang rencanannya terletak di Desa Maron, Kecamatan Banyakan.


Ia menyebut bahwa minggu ini agendanya adalah mengukur kondisi tanah di sekitar jembatan. Termasuk kelabilan tanah yang ada di tengah sungai. Dalam beberapa hari terakhir sudah terlihat aktivitas pekerja yang melakukan pengeboran. Rata-rata diambil sampel hingga kedalaman 30 meter. Pengukuran itu dilakukan di pintu masuk jembatan sisi Jongbiru dan juga di bagian tengah jembatan.


Disinggung terkait rencana pembangunan, Irwan mengaku saat ini pihak provinsi telah menyusun desain jembatan. “Sekarang kami sedang buat detail engineering design (DED). Tahun depan diharapkan proyek sudah bisa selesai,” paparnya.


Untuk desain,rencanannya jembatan yang dianggarkan senilai Rp 70 miliar tersebut akan dibangun dengan model jembatan beton. Dan akan memiliki dua lajur dengan jalan yang lebar. Irwan mengaku hal itu sebagai persiapan pembangunan bandara dan juga keberadaan jalan tol di Kediri.

Editor : adi nugroho
#jembatan mrican #gampengrejo #mrican