Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

DPRD Kota Kediri: Sunoto dkk Dilantik Hari Ini

adi nugroho • Jumat, 27 September 2019 | 21:10 WIB
dprd-kota-kediri-sunoto-dkk-dilantik-hari-ini
dprd-kota-kediri-sunoto-dkk-dilantik-hari-ini

KOTA, JP Radar Kediri – Pimpinan DPRD Kota Kediri periode 2019-2024 akhirnya ditetapkan definitif hari ini. Mereka adalah Gus Sunoto sebagai ketua serta Firdaus dan Katino masing-masing sebagai wakil ketua I dan II DPRD. Setelah penetapan tersebut, DPRD baru bisa mengesahkan alat kelengkapan  dewan (AKD) yang dibentuk.


Ketua Sementara DPRD Kota Kediri Gus Sunoto mengatakan, surat keputusan (SK) gubernur soal penetapan pimpinan definitif sudah turun minggu lalu. Karena itulah, pagi ini, DPRD akan menggelar rapat paripurna. Agendanya adalah pelantikan pimpinan definitif.


“Besok (hari ini, Red), kami mulai sekitar pukul sembilan (pagi),” kata politisi PDI Perjuangan ini.


Untuk diketahui, selain Sunoto sebagai pimpinan, ada Firdaus alias Edo dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Katino dari Partai Gerindra. Partai Amanat Nasional yang memiliki lima kursi di legislatif otomatis mendapat jatah wakil ketua I. Sedangkan Partai Gerindra dengan empat kursi jadi wakil ketua II.


Ketiganya menggantikan pimpinan DPRD sebelumnya. Yakni Kholifi Yunon (ketua) dari PAN, Wara S. Renny Pramana (wakil ketua I) dari PDI Perjuangan dan Oing Abdul Muid Shohib (wakil ketua II) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


Sunoto mengungkapkan, rapat paripurna akan dihadiri salah satu hakim dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri. Mereka yang akan menyumpah tiga pimpinan DPRD untuk lima tahun mendatang itu. “Rangkaiannya hampir sama dengan pelantikan anggota. Harus ada sumpah,” ujarnya.


Dengan pelantikan tersebut, Sunoto mengatakan, DPRD bisa menggelar rapat-rapat berikutnya. Yang terdekat adalah pengesahan AKD. Meliputi komisi, badan anggaran (banggar), badan musyawarah (bamus), badan pembentukan peraturan daerah (BP2D) dan badan kehormatan (BK). “AKD bisa segera disahkan,” katanya.


Selain AKD, DPRD juga bisa menetapkan tata tertib (tatib) dan etik dewan. Sebelumnya, empat hari lalu, mereka sudah menuntaskan pembahasan tatib. “Tinggal diparipurnakan,” ujar suami dari Wara S. Renny Pramana  ini.


Lalu apakah ada perubahan tatib? Sunoto mengakui ada sedikit yang diubah dari periode sebelumnya. Namun perubahan itu tidak terlalu esensial. “Tidak semuanya sama persis. Ada perubahan,” pungkasnya.


Sementara itu, tepat satu bulan pelantikan anggota DPRD Kabupaten Kedirisejumlah tugas pun telah dilakukan. Salah satunya adalah pembentukan pimpinan. Dan pembentukan itu telah mendapat rekomendasi dari gubernur Jatim.


Ketua sementara Dodi Purwanto mengatakan, rekomendasi pimpinan definitif dari gubernur sudah turun pada Selasa (24/9) lalu. “Ada empat yang ditetapkan. Itu berdasarkan perolehan suara terbanyak,” kata Dodi yang juga sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri ini.


Selain Dodi, susunan pimpinan yang lain adalah Sentot Djamaludin dari PKB, Sigit Sosiawan dari Partai Golkar, dan Muhaimin dari PAN.


Setelah penetapan para pimpinan tersebut bakal ada pekerjaan yang akan dilakukan dewan. Yakni menetapkan panitia khusus (pansus). Pansus tersebut yang akan bertugas menyusun perubahan tata tertib di DPRD. “Itu nanti yang menjadi acuan kami dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” terangnya.


Ia menegaskan, dalam beberapa waktu ke depan DPRD masih belum membahas alat kelengkapan. Tujuannya agar pansus bisa bekerja terlebih dahulu. Sembari menunggu paripurna pengambilan sumpah janji pimpinan definitif dan pengesahan tata tertib.


Rencananya, pelantikan pimpinan akan berlangsung 3 Oktober mendatang. “Baru setelah itu membentuk alat kelengkapan,” jelasnya.


Untuk diketahui, di dalam rumah tangga DPRD Kabupaten Kediri, telah terbentuk 7 fraksi. Yakni PDIP, PKB, Partai Golkar, PAN dan Gerindra sebagai partai mandiri dengan perolehan di atas 5 kursi.


Sementara empat partai lain, masing-masing berkoalisi dengan jumlah dua partai. Yaitu Partai Demokrat dengan PPP yang menamakan fraksinya sebagai Fraksi Bojo atau Biru-Ijo. Serta Partai Nasdem dengan PKS.


 

Editor : adi nugroho
#dprd kota kediri #kediri #pemkot kediri #kpu kota kediri