Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Geser Patung Mayor Bismo di Alun-Alun Kota Kediri

adi nugroho • Selasa, 17 September 2019 | 01:34 WIB
geser-patung-mayor-bismo-di-alun-alun-kota-kediri
geser-patung-mayor-bismo-di-alun-alun-kota-kediri


KOTA, JP Radar Kediri – Rencana rehabilitasi Alun-Alun Kota Kediri yang sempat tertunda akhirnya digulirkan kembali tahun ini. Pemkot Kediri mulai melelang detail engineering design (DED) taman di pusat kota tersebut di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) sekitar Rp 350 juta.


Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, lelang review DED pengembangan taman alun-alun dibuat pada 10 September lalu. Nilai harga perkiraan sendiri (HPS)-nya sebesar Rp 352,836 juta. Saat ini, lelang memasuki pengumuman prakualifikasi yang ditutup sampai Selasa besok (17/9).


Dengan jadwal tersebut, pengumuman pemenang tender akan disampaikan pada 22 Oktober nanti. Sedangkan, surat perintah kerja (SPK) ditandatangani pada 4 November.


Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana mengatakan, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran DED di perubahan APBD 2019. Adapun pengerjaan proyeknya dimulai tahun depan. “Tahun ini masih desain dulu,” kata Apip mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Didik Catur.


Sama seperti rencana sebelumnya, kata Apip, pemkot akan mengubah wajah alun-alun Kota Kediri. Konsepnya dari kebun menjadi taman. Salah satu perubahannya adalah memindahkan patung Mayor Bismo dari tengah ke tepi taman. “Patungnya tetap ada hanya kami geser saja,” ujarnya.


Dengan perubahan tersebut, taman alun-alun menjadi lebih lapang. Sebab, saat ini kondisinya terkesan padat. Karena banyak ditumbuhi pohon di tengah-tengah taman. Apalagi di sisi utara alun-alun di Jalan Panglima Sudirman itu banyak berdiri pedagang kaki lima (PKL).


Untuk diketahui, sebenarnya pemkot sudah berencana merevitalasi alun-alun pada 2016 silam. Waktu itu, DLHKP (dulu DKP) Kota Kediri mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,4 miliar. Namun, rencana tersebut mental di DPRD Kota Kediri. Justru, Taman Sekartaji dan Taman Makam Pahlawan (TMP) –sekarang menjadi Memorial Park- di Jalan PK Bangsa yang terealisasi lebih dulu.


Sementara itu, anggota DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah mengatakan, dewan mendukung penuh rencana rehab pemkot itu tahun depan. Apalagi pada 2020, tidak ada proyek besar yang akan dikerjakan. “Kami mendukung rencana rehab,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.


Menurut Ayub, alun-alun sudah waktunya direhab. Sebab kondisi yang sekarang memang membutuhkan perbaikan. Hanya saja, konsepnya perlu ada inovasi dan terobosan. “Karena merupakan tempat publik, konsepnya harus bagus,” ungkapnya.  

Editor : adi nugroho
#alun alun kediri