Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bersenjata Lengkap, Prajurit Brigif 16/Wira Yudha ‘Serbu’ Rusunawa

adi nugroho • Sabtu, 14 September 2019 | 21:54 WIB
bersenjata-lengkap-prajurit-brigif-16wira-yudha-serbu-rusunawa
bersenjata-lengkap-prajurit-brigif-16wira-yudha-serbu-rusunawa

 KOTA, JP Radar Kediri – Sebanyak 170 prajurit Brigade Infanteri (Brigif) Mekanis 16/Wira Yudha berbondong-bondong menyerbu Rusunawa di Kelurahan Dandangan, Kecamatan/Kota Kediri, kemarin.


Bukan karena ada teroris, tetapi para prajurit ini sedang melakukan simulasi mengatasi kelompok separatis. Latihan gabungan yang dilakukan bersama Singapore Army Force (SAF) yang diberangkatkan pada Selasa (17/9) pagi. Komandan Brigif Mekanis 16/Wira Yudha Letkol Inf Endra Saputra menjelaskan bahwa simulasi dilakukan di Rusunawa Kediri adalah persiapan sebelum melakukan latihan bersama (Latma) dengan tentara Singapura. “Latihan bersama antarnegara Indonesia dan Singapura,” jelas Endra.


          Membawa nama Singapore Army Force-Kartika Eka Paksi Indonesia-Singapura (Safkar Indopura), Endra menjelaskan bahwa prajurit Brigif 16/Wira Yudha sedang melakukan Pra-Latma di pemukiman.


          Nantinya, saat menjalani latihan bersama selama 10 hari, Endra menjelaskan bahwa latihan akan dilakukan di pemukiman di perkotaan. Maka dari itu, simulasi Pra-Latma ini juga dilakukan di gedung Rusunawa Kediri untuk menciptakan suasana perkotaan.


          Simulasi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Para prajurit Brigif Mekanis 16/Wira Yudha ini diturunkan di Jalan Kediri-Kertosono. Dari sana, para tentara ini berjalan sembari membawa senjata api menuju ke Rusunawa Kediri.


          Mulai dari tamtama hingga prajurit Perwira diikutkan dalam Pra-Latma Safkar Indopura. Endra menambahkan bahwa untuk latihan dipilih rusunawa, karena memiliki kemiripan dengan lokasi latihan gabungan nanti. “Materinya serangan permukiman, bagaimana kita mampu merebut bangunan dengan cepat dan mengurangi resiko jatuhnya korban dalam perang jarak dekat,” jelasnya.


          Para warga Rusunawa yang antusias melihat simulasi itu juga mengaku senang, karena dapat melihat ‘aksi’ para tentara di Rusunawa meski hanya simulasi saja. “Jadi rame, anak-anak juga seneng, lihatnya,” terang Rini, 27, salah satu penghuni yang menonton simulasi tersebut.

Editor : adi nugroho
#tni