Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siswa Papua di Nganjuk Tetap Belajar dengan Normal

adi nugroho • Sabtu, 24 Agustus 2019 | 22:07 WIB
siswa-papua-di-nganjuk-tetap-belajar-dengan-normal
siswa-papua-di-nganjuk-tetap-belajar-dengan-normal

KABUPATEN, JP Radar Nganjuk - Gejolak di Papua yang dipicu isu rasial di Surabaya, sempat membuat 10 pelajar asal Bumi Cenderawasih itu cemas. Tetapi, hal tersebut tak berlangsung lama. Sebab, suasana di Nganjuk kondusif dan mereka tetap bisa belajar dengan tenang.


          Seperti diakui Fatika Papuana siswa asal Papua yang belajar di SMKN 2 Nganjuk. Ditemui koran ini bersama Novela Kornelia dan Nola Mariana, dua siswa asal Papua lainnya, mereka kompak mengaku sempat was-was saat mengendar isu rasial berkembang beberapa hari lalu. “Saya pertama kali lihat dari Youtube. Setiap ada berita saya berusaha mengikuti,” ujar Fatika yang juga membaca berita di media sosial (medsos).


Berbagai berita simpang siur yang berseliweran itu pun membuat mereka sempat khawatir. Orang tua tiga gadis itu juga menelepon untuk menanyakan kabar mereka di Kota Angin.


Dari sanalah, para siswa langsung merasa tenang. Apalagi, kecemasan dan ketakutan anak-anak tersebut tak terbukti. “Semuanya baik-baik saja,” lanjut Fatika sembari menyebut pergaulannya dengan teman-temannya di sekolah juga berjalan baik.


 Tak hanya dengan para siswa, hubungan anak-anak yang kos di depan SMKN 2 Nganjuk itu dengan warga sekitar juga baik. “Orang-orang juga murah senyum. Kami juga senyum balik. Teman-teman di sini sudah seperti keluarga sendiri,” akunya.


Karenanya, Fatika dan dua temannya berharap isu rasial yang masih terus berkembang hingga sekarang tidak menjadi batu sandungan persatuan yang telah terbangun. Sebab, masyarakat di Nganjuk sangat toleran dan saling  menghargai. “Sila ketiga, persatuan Indonesia, memang harus terus dijaga,” tandasnya bijak.


Untuk diketahui, selain Fatika dan dua temannya, ada dua pelajar asal Papua lainnya yang duduk di kelas X SMKN 2 Nganjuk. Adapun lima siswa lainnya belajar di SMKN 1 Nganjuk.


Seperti halnya para siswa di SMKN 1 Nganjuk, para siswa Papua di SMKN 1 Nganjuk mengaku tidak ambil pusing dengan isu yang sedang ramai diperbincangkan. Pantauan koran ini kemarin, Yames Tepmul, Maison Yikwa, Arnando Waliange, Edgar Zmaxwil Pagawak, dan Tenas Heluka tengah santai belajar di gazebo sekolah.


Tak hanya di sekolah, para siswa ini mengaku bisa beraktivitas seperti biasanya sepulang sekolah. “Kami juga masih bisa ngopi dengan teman-teman asli sini. Main ke rumahnya juga tetap bisa. Tidak ada yang berubah,” ungkap Yames kepada koran ini.


Yames yang telah menginjak kelas XII itu mengaku sudah betah tinggal dan belajar di Nganjuk. Selain karena hargga barang-barang yang relatif terjangkau, menurutnya keramahan warga Nganjuk membuatnya senang.“Kami banyak belajar tata krama di sini. Hormat kepada guru dan orang yang lebih tua,” beber Yames.


Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Jatim Wilayah Kabupaten Nganjuk Edy Sukarno yang kemarin berkunjung ke SMKN 1 Nganjuk dan SMKN 2 Nganjuk berharap masalah tersebut tidak berlarut-larut. “Kesalahan satu orang atau kelompok tidak berarti mewakili suku atau daerah tertentu,” urainya.


Makanya, Edy mengajak pihak sekolah dan masyarakat menggunakan pendekatan budaya. “Kita harus bisa saling memahami kultur dan budaya masing-masing. Kalau sudah saling mengenal, saya yakin tidak akan ada lagi isu serupa yang muncul,” tegas Edy.

Editor : adi nugroho
#radar kediri