KABUPATEN, JP Radar Kediri - Ajang ‘Kontes Ternak dan Gebyar Panen Pedet’ 2019 kembali digelar oleh Pemkab Kediri mulai hari ini. Antusiasme peserta kontes pun tak terbendung. Bahkan jumlah ternak yang akan dipamerkan di lapangan SMKN 1 Plosoklaten itu melebihi dari target awal penyelenggara.
Total ternak sapi yang akan diikutkan kontes itu ada sebanyak 146 ekor. Padahal target awal penyelenggara hanya menetapkan maksimal 100 ekor saja. “Untungnya setelah kami diskusikan dan melihat tata letaknya, ternyata masih dapat mencukupi,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Tutik Purwaningsih.
“Kami tidak menyangka akan sebanyak ini peserta yang mengikuti kontes dan gebyar pedet kali ini. Dengan antusiasme yang ditunjukkan, ini merupakan sebuah sinyal positif dari sektor peternakan di Kabupaten Kediri,” imbuh Tutik saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di lokasi acara, kemarin siang.
Lebih lanjut, gebyar panen pedet sendiri akan menampilkan sebanyak 100 ekor anak sapi. Dalam kesempatan tersebut, akan juga dipamerkan pedet kembar. Bahkan, menurut keterangannya ada pedet kembar yang mencapai tiga ekor sekaligus.
Kontes ternak sapi tersebut diikuti oleh seluruh peternak yang ada di Kabupaten Kediri. Masing-masing kecamatan setidaknya mengirimkan 2 – 5 peternak terbaiknya. Berdasarkan keterangannya, Kecamatan Wates mengirimkan paling banyak ternak sapinya.
Tak hanya sapi saja, akan ada ternak kambing. Jumlahnya mencapai 60 ekor. “Ini juga melebihi dari target awal. Kami sebenarnya hanya menyiapkan tempat untuk 50 ekor saja,” aku perempuan berkacamata tersebut.
Pada hari pertama ajang ini, selain pembukaan, akan ada pula penjurian yang dilakukan oleh ahli dalam peternakan. Kategori kontes sendiri ada empat poin. Yakni sapi peranakan ongole, sapi persilangan hasil inseminasi buatan, sapi jantan Kereman, dan kambing peranakan ettawa.
Selain kontes, ajang ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi minum susu dan makan produk peternakan kepada ratusan anak-anak. Hal itu sendiri dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap gizi anak-anak dan sektor peternakan itu sendiri.
“Dengan ajang ini kami juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Terutama bagaimana merawat dan memilih sapi yang kualitasnya bagus seperti bagaimana. Kebetulan juga sebentar lagi Idul Adha,” tandasnya.
Lebih lanjut, dalam kontes tersebut pemenang akan mendapatkan piagam penghargaan juara, trofi, dan uang pembinaan jutaan rupiah. Di luar hal tersebut, prestise sebagai pemenang kontes justru menjadi magnet utama. Pasalnya dengan menjadi juara, harga sapi yang bersangkutan akan dipastikan naik tinggi.
“Harga sapi yang menjadi juara itu bisa naik setidaknya sampai 50 persen sendiri,” beber Tutik.
Editor : adi nugroho