Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ditengarai Palsu, Uang Disiram dengan Bensin

adi nugroho • Sabtu, 11 Mei 2019 | 19:50 WIB
ditengarai-palsu-uang-disiram-dengan-bensin
ditengarai-palsu-uang-disiram-dengan-bensin

KEDIRI KOTA - Isu beredarnya uang palsu (upal) saat Ramadan meresahkan masyarakat. Apalagi setelah beredar unggahan video di media sosial (medsos) baru-baru ini. Karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kediri menolak uang pecahan Rp 50 ribu dari pembeli karena ditengarai palsu.


Bahkan dia membuktikannya dengan menyiram uang tersebut menggunakan bahan bakar. Menanggapi kasus yang sempat ramai di media maya tersebut, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Kediri Nasrullah mengatakan, tata cara penyiraman bahan bakar untuk pembuktian keaslian uang tidak dibenarkan.


“Kalau menyiram dengan bensin tidak diatur demikian,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan koran ini.


Hanya saja, Nasrullah mengingatkan, bagi pemilik uang bisa datang ke BI untuk identifikasi lebih lanjut. Terkait keterangan bahwa uang yang dimaksud diambil dari ATM, ia pun meminta, agar memberi keterangan secara detail.


“Membuat pernyataan kalau memang mengambil di ATM, bank apa dan di mana lokasinya. Juga (dilampirkan) fotokopi tanda pengenalnya,” jelas dia.


Secara hukum, lanjut Nasrullah, penarik uang tunai di ATM tidak bisa melakukan klaim. Sebab ada jeda waktu dari ATM ke SPBU. Namun sesuai ketentuan, ia menegaskan, nasabah bisa mengadukan ke bank dan bank bersangkutan harus memberi jawaban.


“Sementara uang yang diduga palsu bisa disampaikan ke BI untuk klarifikasi keasliannya,” sarannya.


Jika terbukti palsu, maka akan disampaikan ke pihak berwajib. Nanti kepolisian yang melakukan penyelidikan lebih lanjut.


Sekitar dua hari sebelumnya, dunia maya memang sempat dihebohkan postingan video pengguna Facebook. Video diunggah oleh akun bernama Ahmad Hudlori. Kemudian dibagikan di sejumlah medsos, baik instagram maupun youtube. Dalam video menampilkan gambar pegawai SPBU perempuan mengklarifikasi uang yang diberikan untuk pembayaran setelah mengisi bahan bakar.


Pegawai tersebut berusaha membuktikan satu lembar uang Rp 50 ribu yang diberikan adalah palsu. Pembuktian itu dengan cara menyiramkan bahan bakar ke uang yang diduga palsu tersebut. Sebelumnya, pegawai itu terlebih dulu izin pada pemilik uang yang setengah tidak percaya bahwa uangnya palsu.


Setelah disiram, kemudian pegawai yang disebutkan dalam video ada di salah satu SPBU di Kediri itu menunjukkan bahwa uang yang diduga palsu tersebut luntur. Logo hologram tidak seperti uang umumnya. Bahkan uang terkelupas menjadi dua bagian.


Mengetahui hal tersebut, si perekam berusaha memastikan bahwa uang yang diduga palsu itu usai diambil dari ATM. Jumlahnya Rp 200 ribu dengan pecahan Rp 50 ribu-an. Nah dari total Rp 150 ribu di antaranya digunakan membeli bahan bakar yang akan digunakan menuju Blitar.


Sementara Ahmad Hudlori, pemilik akun Facebook yang mengunggah video itu, hingga tadi malam belum memberi tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan di Facebook. Wartawan telah mencoba menanyakan di mana dan kapan kejadian tersebut serta apakah sudah ada tindak lanjutnya. Namun hingga pukul 21.00 WIB belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.


 


 

Editor : adi nugroho