Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bentangkan Spanduk, Warga Tolak Pembangunan Kandang Ayam

adi nugroho • Sabtu, 11 Mei 2019 | 18:19 WIB
bentangkan-spanduk-warga-tolak-pembangunan-kandang-ayam
bentangkan-spanduk-warga-tolak-pembangunan-kandang-ayam

NGANJUK-Warga Dusun Beran, Desa Tanjungrejo, Loceret memprotes pendirian kandang ayam milik Sulyani, asal Desa Sumengko, Sukomoro. Pasalnya, kandang yang dekat dengan kampung itu dikhawatirkan akan menimbulkan polusi. Apalagi, pemilik kandang dituding belum meminta izin kepada warga setempat.


Sujikan, 76, warga setempat mengatakan, hingga kandang berdiri dirinya belum pernah dimintai izin. Padahal, jarak kandang dengan rumahnya hanya sekitar 30 meter. “Belum dimintai persetujuan,” ujarnya.


Karenanya, begitu muncul penolakan dari warga, pria yang juga takmir masjid setempat itu berharap agar masalah ini dimusyawarahkan. Terutama antara warga, pemilik kandang dan pemerintah desa. “Agar bisa ada solusinya,” lanjut kakek satu cucu ini.


Lebih jauh Sujikan menyebut, penolakan warga terhadap pendirian kandang ini karena mereka khawatir dampak buruk setelah beroperasi. Misalnya, muncul bau tak sedap dan banyak lalat. “Pemilik mengaku akan pakai blower jadi tidak bau. Tetapi masalah ini tetap harus dicarikan solusi,” tegasnya.


Pria yang rambutnya beruban itu mengaku sempat bertemu dengan Sulyani. Dia pun meminta sang pemilik kandang untuk memberi penjelasan tentang teknis kandang yang didirikan. Termasuk membeberkan perizinan yang sudah diurusnya.


Pantauan koran ini kemarin, sebelumnya ada tiga spanduk penolakan pendirian kandang ayam. Meski demikian, kemarin tinggal satu spanduk penolakan yang terpasang. Spanduk berbunyi “Menolak tegas pendirian kandang ayam oleh Sulyani alias Betung”. Spanduk yang awalnya diikat dengan bambu itu kemarin juga telah terlepas di satu sisinya.


Terpisah Kapolsek Loceret AKP Supriyadi, saat dikonfirmasi terkait dengan masalah ini belum memberikan respons. Telpon dan pesan singkat koran ini lewat aplikasi WhatsApp juga belum dijawab.

Editor : adi nugroho
#kandang #kabar nganjuk #radar nganjuk #penolakan