Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Info UNBK Kediri: Prestasi Penting, Jujur yang Utama

adi nugroho • Jumat, 5 April 2019 | 02:12 WIB
info-unbk-kediri-prestasi-penting-jujur-yang-utama
info-unbk-kediri-prestasi-penting-jujur-yang-utama

KEDIRI KOTA - Isu tersebarnya soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) menjadi perhatian serius pemerintah. Tak terkecuali di Kediri, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri telah mengantisipasi dengan ketegasan bahwa UNBK harus benar-benar dijalankan sesuai prosedur operasional standar (POS).


Kepala Cabdispendik Wilayah Kediri Sumiarso menyampaikan bahwa dengan isu tersebut pihaknya akan tetap waspada. Mengantisipasi dengan pengawasan yang lebih ekstra. “Pengawasan melibatkan semua unsur yang ada, seperti pengawas, kasi, staf,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Selama ini ketatnya pengawasan di Kabupaten dan Kota Kediri didukung fasilitas  serta sarana dan prasarana. Seperti adanya CCTV di sejumlah sekolah.


Bahkan, meskipun menggunakan CCTV, peran pengawas di ruangan tetap utama. Termasuk mempertimbangkan jumlah peserta per ruangan. “Setiap 20 peserta diawasi satu pengawas. Kalau dalam satu ruangan ada lebih dari 20 peserta berarti harus diawasi dua pengawas,” tegasnya.


Model pengawasan seperti itu sudah sesuai POS UNBK yang ditetapkan. Berbeda dengan ujian paper based test (PBT). Bila ujiannya masih tulis seperti itu satu ruangan maksimal diisi 20 peserta. Diawasi oleh satu pengawas.


Masih menurut Sumiarso, dalam SOP juga ditegaskan peserta UN tak boleh membawa handphone. Begitupun pengawas ruangan. Sumiarso menandaskan bahwa para kepala sekolah harus menjalankan hal itu.


Dia mengatakan, Cabdispendik berharap antara kejujuran dan prestasi bisa berjalan beriringan. Integritas tinggi juga harus didukung dengan peningkatan prestasi. “Oleh karena itu jujur itu yang utama. Tetapi prestasi juga penting,” tekannya.


Sejauh ini, pelaksanaan UNBK di wilayah Kediri menurutnya masih aman. Tidak ada isu kebocoran soal yang terjadi. Pelaksanaannya pun sudah sesuai dengan POS UN 2019.


Sumiarso juga berpesan pada siswa yang ujian agar tetap fokus, jujur, dan percaya diri. “Serta tidak percaya terhadap isu-isu yang merugikan diri sendiri,” pesannya.


Untuk diketahui pelaksanaan UNBK jenjang SMA dua hari yang lalu diwarnai dugaan kecurangan. Foto-foto soal ujian mata pelajaran matematika tersebar di grup aplikasi percakapan Line Square. Konon, grup tersebut sudah lama ada. Bahkan, ketika berlangsung ujian sekolah berstandar nasional (USBN) siswa menggunakan grup tersebut untuk saling berbagi dan memberi tahu kunci jawaban.


Sementara itu, UNBK SMA dan MA kali ini terpaksa harus dilaksanakan berjeda. Yaitu karena terhalang libur Isra Mikraj dan akhir pekan. Alhasil, UNBK tersebut harus dilaksanakan dengan jadwal yang sedikit melompat-lompat.


Pelaksanaan UNBK dilaksanakan secara urut hanya pada dua hari pertama saja. Yaitu pada Senin (1/4) dan Selasa (2/4). Kemudian ujian hari ketiga melompat pada Kamis (4/4) besok. Bahkan ujian yang terakhir baru akan dilaksanakan pada Senin (8/4) depan.


Menyikapi jadwal yang melompat-lompat tersebut, pihak sekolah pun berharap agar peserta UNBK tidak kendur semangatnya. Terlebih jika ada yang teledor hingga lupa jadwal atau telat mengikuti ujian. Tentu hal tersebut akan sangat disayangkan.


“Kami selalu mengingatkan peserta agar tetap fokus dan tidak teledor. Rugi kalau nanti sampai mengikuti ujian susulan,” aku Kepala SMA Negeri 1 Papar M. Tamyiz.


Menurutnya, pelaksanaan ujian susulan persiapannya sama dengan saat ujian utama. Perlengkapan dan kebutuhannya juga tidak ada bedanya. Sehingga, menyelenggarakan ujian susulan bagi satu atau dua anak saja sejatinya sama dengan melaksanakan ujian untuk satu sekolah. Hanya saja, bedanya pada jumlah peserta dan waktu ujian yang ada.


“Kami berharap tidak ada yang ikut ujian susulan. Semoga saja bisa hadir lengkap terus sampai UNBK selesai,” imbuhnya.


 

Editor : adi nugroho
#kediri #guru