Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Lubuklinggau Tertarik Aplikasi Progressio Prodamas

adi nugroho • Kamis, 28 Februari 2019 | 00:38 WIB
pemkot-lubuklinggau-tertarik-aplikasi-progressio-prodamas
pemkot-lubuklinggau-tertarik-aplikasi-progressio-prodamas

KEDIRI KOTA - Keberhasilan Kota Kediri dalam menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) menjadi daya tarik bagi daerah lain untuk belajar. Seperti kemarin, (2/2), Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menerima kunjungan kerja Pemkot Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Pemkot Lubuklinggau tertarik dengan pemanfaatan aplikasi Progressio Prodamas di Kota Kediri.


Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, ingin mencoba mengubah pola-pola di pemerintahan. Menjadi pelayanan yang lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Termasuk membangun sistem dan membuat komitmen pada Kota Kediri.


“Saya melihat apabila melayaninya dengan cara manual pasti kelamaan. Makanya kami memangkas dengan menggunakan IT di seluruh pelayanan masyarakat. Alhamdulillah hasilnya bagus,” ujarnya.


Wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini menambahkan, Prodamas telah berjalan selama empat tahun. Dana Prodamas ini diletakkan di tingkat kelurahan. Sementara untuk perencanaan dan rembug warga dipasrahkan pada setiap RT. Rembug warga yang dilakukan juga harus diselaraskan. Seperti membuat rencana pembangunan jangka menengah (RPJM).


“Dananya saya letakkan di kelurahan karena saya khawatir RT tidak paham akuntansi pemerintah. Sekarang rembug warganya seperti RPJM. Jadi warga harus memiliki rencana untuk lima tahun ke depan. Ini dilakukan agar bila nanti ada pergantian RT pembangunannya tetap terus berjalan,” jelasnya saat memaparkan keberhasilan Prodamas kepada rombongan Pemkot Lubuklinggau di ruang Kilisuci Balai Kota Kemarin.


Melalui Prodamas, lanjut Mas Abu, pembangunan di Kota Kediri menjadi lebih cepat. Biasanya bila dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memakan waktu sepuluh tahun. Sementara melalui prodamas ini pembangunan bisa selesai dalam satu tahun. Tentu hasil pembangunannya memberikan kepuasan kepada masyarakat.


“Simulasinya bila dikerjakan oleh PU bisa selesai hingga sepuluh tahun, melalui Prodamas selesai dalam setahun. Jadi masyarakat yang membayar pajak ini puas karena bisa merasakan hasilnya,” jelasnya.


Orang nomor satu di Kota Kediri ini juga menjelaskan mengenai aplikasi Progressio Prodamas. Di mana para operator di tingkat kelurahan menyampaikan progres pembangunan yang dilakukan disetiap lingkungan RT. Dalam aplikasi tersebut terdapat 27 kategori yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. “Jadi kami bisa memantau progres dari setiap pembangunan yang ada,” sebutnya.


Merasa tertarik, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kehumasan Pemkot Lubuklinggau Rusli mengatakan, tujuan kunjungan ini untuk belajar tentang pemanfaatan aplikasi Progressio Prodamas. Pemkot Lubuklinggau akan membuat aplikasi berbasis android untuk melaporkan hasil kerja RT dalam melayani masyarakatnya. Dia mengatakan bahwa Kota Kediri ini dinilai berhasil lebih dulu menjalankan Prodamas yang dilengkapi aplikasi tersebut.


“Kami di sini ingin belajar karena Kota Kediri telah lebih dulu menerapkan aplikasi untuk memantau pelaksanaan Prodamas,” jelasnya.


Untuk itu, dari hasil kunjungan tersebut Pemkot Lubuklinggau akan menerapkan inovasi serupa yang telah diterapkan di Kota Kediri. Dan menjadi cermin Pemkot Lubuklinggau dalam pembangunan daerah.

Editor : adi nugroho
#kediri #pemkot kediri #prodamas #kota kediri