Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kena Demam Berdarah, Anak Kelas 5 SD Meninggal

adi nugroho • Kamis, 14 Februari 2019 | 00:37 WIB
kena-demam-berdarah-anak-kelas-5-sd-meninggal
kena-demam-berdarah-anak-kelas-5-sd-meninggal

 KEDIRI KABUPATEN - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali menunjukkan keganasannya. Kemarin, ada satu lagi yang meninggal dunia. Dia adalah Syahrial Zaki. Bocah kelas 5 SD itu berasal dari Desa Krenceng, Kepung. Dia meninggal Selasa (12/2) pagi.


Dengan meninggalnya Zaki, berarti total korban DBD pada Februari ini menjadi 2 anak. Jumlah ini ditakutkan masih bisa bertambah karena usia bulan belum mencapai setengahnya. Sementara curah hujan juga masih tinggi.


Kabar meninggalnya Zaki tersebut disampaikan Dinkes Kabupaten Kediri. Setelah mereka mendapat laporan dari Puskesmas Keling, tempat bocah tersebut dirawat. “Meninggalnya sekitar pukul 05.00 WIB tadi (kemarin, Red),” ujar Kasi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Nur Munawaroh kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di ruangannya kemarin siang.


Berdasar keterangannya, Zaki mulai merasa tidak enak badan pada Kamis (7/2). Bocah yang biasanya aktif itu saat pulang sekolah badannya sudah lemas. Panas tubuhnya juga tinggi. Dia yang biasa bermain sepulang sekolah saat itu langsung istirahat.


Orang tua korban sebenarnya sudah memberi obat turun panas. Tapi, sehari berselang sang anak justru mual dan muntah-muntah. Hanya, panas tubuh Zaki pada hari ketiga sudah mulai turun. “Orang tuanya mengira kalau si anak sudah sembuh. Padahal itu justru fase bahaya dalam DBD,” papar Nur.


Zaki baru dilarikan ke layanan kesehatan pada Minggu (10/2). Menurut Nur, hal tersebut sudah bisa dikatakan telat. “Seharusnya ia (Zaki, Red) sudah dilarikan ke layanan kesehatan lebih cepat. Sudah terlambat kalau ini. Ia dibawa sudah dalam keadaan shock,” ujar Nur menyayangkan.


Praktis, korban hanya mendapatkan pertolongan tim medis dua hari saja. Sedangkan pada hari ketiganya, ia dinyatakan meninggal dunia.


Namun, bukan berarti jika pasien yang dibawa dalam keadaan shock sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Menurut Nur, masih tetap ada peluang kesembuhan bagi pasien DBD yang berada pada fase tersebut untuk sembuh.


“Kalau sampai meninggal dunia itu ada dua kemungkinan. Pertama, penanganan dari layanan kesehatannya yang terlambat. Kedua, yang bersangkutan telat dibawa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ungkapnya.


Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat agar lebih menaruh perhatian terhadap penyakit DBD ini. Mulai dari cara menanggulangi jentik hingga penanganan jika ada yang mengalami panas tinggi.


“Kalau panas tinggi, orang tua atau keluarga harus segera membawa ke tempat layanan kesehatan,” tegasnya.


Sebenarnya, dalam bulan ini pihak Dinkes Kabupaten Kediri rutin melakukan supervise. Yang dilakukan setiap Jumat. Supervisi secara rutin tersebut sudah mulai dilaksanakan sejak awal bulan ini. Berdasarkan hasil turun ke lapangan, diakui telah ada tren positif terkait angka bebas jentik (ABJ). Meskipun peningkatan tersebut belum signifikan.


Dengan kasus terbaru itu, total penderita DBD yang meninggal pada tahun ini sudah 14 orang. Sebab, pada Januari ada 12 penderita DBD yang meninggal. Sementara, di 12 hari bulan ini, ada 105 kasus dugaan DBD. Dengan 40 kasus di antaranya dinyatakan positif.  


 


Siklus Tapal Kuda yang Berbahaya


 


1.     Fase Demam :


-          Hari pertama hingga ketiga penderita akan mengalami panas tinggi. Biasanya disertai satu di antara gejala lain seperti lemas, sakit kepala, sakit daerah bola mata, nyeri sendi dan otot, pendarahan ringan pada gusi, hilang nafsu makan, mual dan muntah.


-          Penanganan : Perbanyak minum air untuk menurunkan suhu tubuh. Segera ke dokter bila 2-3 hari demam tak turun.


2.      Fase Kritis :


-          Suhu tubuh kembali normal, bahkan bisa di bawah normal. Pada fase ini banyak yang terkecoh karena merasa sudah sembuh. Padahal fase ini sangat berbahaya. Ditandai munculnya bintik merah pada kulit.


-          Penanganan: Harus segera mendapat penanganan medis.


3.      Fase Penyembuhan :


-          Suhu tubuh kembali naik. Denyut nadi naik, pendarahan berhenti. Nafsu makan mulai muncul.


-          Perlu terus mendapat pantauan dari tim medis.


*) Diolah dari berbagai sumber.

Editor : adi nugroho
#kediri #tewas #kasus #dbd