NGANJUK - Taman di lahan eks Pasar Wage II akan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) paling bagus di Nganjuk. Sebab, dinas lingkungan hidup (LH) mengadopsi desain dari tiga negara untuk membuat ruang publik di jantung Kota Nganjuk itu.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Nur Solekan mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki grand design untuk taman di eks lahan Pasar Wage II. “Desainnya mengadopsi dari tiga negara. Yaitu, Indonesia, Korea dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab, Red),” ujar pria yang akrab disapa Nur itu.
Meski sudah memiliki desain, Nur belum memastikan apakah desain itu akan tetap dipakai atau ada perubahan dalam realisasinya. Apalagi, dari total kebutuhan anggaran pembangunan Rp 9 miliar, tahun ini hanya dialokasikan Rp 4 miliar.
Dia juga mengaku belum mengetahui apakah ke depan ada penambahan dana atau tidak. “Sementara ya Rp 4 miliar itu,” lanjut pria yang secara definitif menjabat kepala dinas perhubungan itu.
Kapan pembangunan taman untuk para remaja itu dilakukan? Ditanya demikian, Nur menyebut LH akan membangun secepatnya. Saat ini, pihaknya tengah bersiap menyetor rencana umum pengadaan (RUP) ke unit layanan pengadaan (ULP).
Selain menyiapkan proses lelang, Nur menyebutkan, LH juga akan menggelar lomba desain taman yang akan diikuti oleh warga Nganjuk. “Walaupun nanti mungkin tidak semua desainnya diambil. Hanya diadopsi beberapa sisi,” terang Nur sembari menyebut lomba itu untuk mengajak masyarakat berpartisipasi.
Untuk diketahui, konsep taman di eks lahan Pasar Wage II berbeda dengan taman kebanyakan di Nganjuk. Taman di tepi jalur provinsi itu ditujukan untuk taman remaja. Ke depan, di sana akan dilengkapi dengan bangku-bangku agar masyarakat bisa bersantai di sana. “Tidak ada sarana bermain anak-anak,” imbuh Nur Solekan.
Seperti diberitakan, kompleks Pasar Wage II mulai dikosongkan pada awal September lalu. Ratusan pedagang yang berada di sana dipindahkan ke Pasar Wage III.
Sesuai target, seharusnya bangunan yang berhimpitan dengan Pasar Wage I itu sudah dibongkar Desember 2018 lalu. Tetapi, lelang pertama yang sempat gagal membuat pembongkaran tertunda.
Pantauan koran ini, pembongkaran los pasar baru dimulai Kamis (24/1). Sejumlah pekerja membongkar rangka los yang mayoritas terbuat dari kayu. Sebagian lainnya membongkar beberapa kios permanen di sisi utara.
Editor : adi nugroho