KEDIRI KOTA - Dampak pembukaan Jembatan Brawijaya kemarin langsung terlihat. Setidaknya di dua ruas yang selama ini menjadi langganan macet, kemarin tampak lancar. Namun kondisi tersebut belum bisa dijadikan patokan. Pasalnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri dan Satlantas Polres Kediri Kota masih akan melakukan analisa lebih lanjut.
Dari pantauan di ruang Area Traffic Control System (ATCS) dishub, terlihat bahwa dua titik di Jembatan Bandarngalim dan Jembatan Semampir Jl Iskandar Muda tampak lebih lengang dari hari biasanya. Setidaknya pantauan tersebut sejak dibukannya Jembatan Brawijaya Senin (24/12) hingga kemarin.
Staff Manajemen Lalu Lintas Bidang ATCS Dishub Imam Sugianto menyebut, penurunan volume kendaraan terjadi di perempatan Alun-Alun Kediri. Terutama dari arah timur, yakni Jalan Brigjen Katamso dan dari barat Jalan Bandarngalim.
“Antrean kendaraan tidak sampai menumpuk seperti hari-hari biasanya. Satu kali lampu merah kendaraan langsung habis,” kata Imam saat ditemui di ruang ATCS kawasan Terminal Tamanan Jalan Semeru kemarin.
Menurutnya, penurunan kendaraan itu tampak sesaat ketika dibukannya Jembatan Brawijaya pada Senin pukul 13.00 WIB. Imam menyebut tepatnya pukul 13.15 WIB lalu lintas di dua titik Jembatan Bandarngalim dan Semampir lebih lancar. Meski demikian, itu belum sepenuhnya bisa menjadi patokan. Karena pembukaan tersebut juga bertepatan saat libur panjang. Termasuk kemarin merupakan libur Natal.
“Biasanya di sini (Jembatan Bandarngalim, Red) antrean sebanyak 3 sampai 4 fase baru habis. Tapi hari ini (kemarin, Red) satu fase saja langsung habis,” tukasnya.
Memang salah satu patokannya adalah jam. Yakni pukul 15.00 WIB merupakan waktu ramai-ramainya kawasan tersebut. Sehingga cukup efektif sebagai pembanding di hari sebelumnya. Sementara itu, sejumlah antrean masih terlihat di Jalan Iskandar Muda, namun tidak terlalu parah.
“Hari ini ada sedikit antrean dari Iskandar Muda ke arah Nganjuk. Termasuk berimbas di perempatan Ngampel atau Gatot Subroto dan perempatan Mrican,” jelasnya.
Dari penjelasannya, pertigaan Iskandar Muda dan perempatan Mrican jika ada penumpukan kendaraan masih bisa diatur menggunakan ATCS. Namun di pertigaan Ngampel belum bisa karena belum dipasang alat tersebut. Sementara itu, jika terjadi penumpukan masih diatur manual oleh petugas satlantas.
Sementara di titik lain, tepatnya di Jalan Mayor Bismo Semampir, biasa jadi langganan macet. Terutama di jam-jam memasuki pukul 15.00 WIB. Namun dari pantauan kemarin, kendaraan dari dalam kota yang mengarah ke utara cukup lancar. Hal itu diperkirakan, kendaraan pribadi yang hendak ke arah Nganjuk atau barat, mereka memilih untuk langsung melalui Jembatan Brawijaya.
“Yang terjadi, Jalan Veteran tadi dikabarkan sempat ramai dan padat. Tetapi kami tidak bisa memastikan. Itu akibat banyaknya kendaraan dari arah kota atau bukan. Karena di jalan itu juga ada gereja besar yang melakukan giat Natal,” bebernya.
Dari data Dishub, rata-rata kendaraan yang melintas di Jembatan Bandarngalim adalah 5 ribu kendaraan per jam. Itu termasuk roda dua dan empat. Sementara di Jembatan Semampir ada 4 ribu kendaraan per jam. Dari pantauan kemarin sore di Jembatan Bandarngalim terjadi penurunan, yakni hanya 3 ribu kendaraan per jam yang melintas.
Jupri, tukang becak yang selama ini mangkal di perempatan Alun-Alun mengaku bahwa kemarin kendaraan dari arah barat berkurang. Dia merasakan pengurangan kendaraan tersebut sejak pagi.
“Biasanya kalau lampu merah, di jembatan antre panjang. Tapi hari ini (kemarin, Red) terlihat lancar,” ujarnya.
Sementara itu di tengah kota, tepatnya di Jalan Yos Sudarso, kendaraan roda empat sempat mengular dari lampu merah jembatan hingga depan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong. Itu sekitar pukul 16.00 WIB. Selain di jalan tersebut banyak pengunjung yang memarkir kendaraan untuk membeli jajanan di pusat oleh-oleh. Juga ada sejumlah gereja yang melaksanakan misa Natal. Sehingga beberapa kendaraan pun ada yang memilih alternatif melalui Jalan Trunojoyo di kawasan pecinan Kelurahan Pakelan. Antrean kendaraan di jam yang sama pun juga tampak di Jl Brawijaya setidaknya dari pantauan sejauh 200 meter kendaraan tersendat ketika lampu merah menyala.
Untuk diketahui, mulai Senin (24/12) pukul 13.00 WIB Jembatan Brawijaya mulai diuji coba. Pembukaan tersebut diharapkan mampu memecah lalu lintas kendaraan dari timur ke barat sungai dan sebaliknya yang selama ini terpusat di Jembatan Bandarngalim dan Semampir. Selain itu pembukaan ini juga menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019.
Editor : adi nugroho