Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tahun Depan, Ada Rencana Ekskavasi Situs Adan-Adan

adi nugroho • Jumat, 30 November 2018 | 20:38 WIB
tahun-depan-ada-rencana-ekskavasi-situs-adan-adan
tahun-depan-ada-rencana-ekskavasi-situs-adan-adan

KEDIRI KABUPATEN - Ekskavasi situs purbakala di Desa Adan-Adan, Gurah akan kembali diadakan. Namun tidak dalam waktu dekat oleh tim pusat penelitian arkeologi nasional (Puslit Arkenas). Melainkan baru akan dilakukan pada tahun depan.


“Kepastiannya kapan kita belum tahu. Namun saya pribadi inginnya pada awal tahun. Ya, sekitar bulan April,” ujar Ketua Tim Puslit Arkenas Sukawati Susetyo kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di lokasi situs Adan-adan, kemarin siang (29/11).


Lebih lanjut, ada beberapa fokus yang akan menjadi perhatian tim Puslit Arkenas dalam ekskavasi nanti. Salah satunya adalah terkait denah dari situs Adan-adan tersebut. Pasalnya, pada ekskavasi sebelumnya telah ditemukan denah bagian barat. Sehingga ke depannya denah untuk posisi utara yang akan dicari oleh tim Puslit Arkenas.


Perempuan yang akrab disapa Wati tersebut menambahkan telah memiliki gambaran umum terkait situs tersebut. Adapun untuk letak-letak dan posisi dari candi, makara dan dwarapala. “Nanti kalau sudah ketemu bangunan induk, kita juga akan cari candi perwaranya,” bebernya.


Lebih lanjut, tim Puslit Arkenas sejatinya mengadakan kunjungan ke situs Adan-adan atas misi edukasi. Adapun mereka ingin memberikan edukasi terhadap beberapa perwakilan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Kediri. Acaranya sendiri diberi nama Rumah Peradaban Kediri.


Rumah Peradaban sendiri adalah program yang digagas oleh Puslit Arkenas dengan kerja sama dengan Pemda. Edukasi tersebut diberikan dalam cara terjun langsung ke lapangan. Para peneliti tersebut memberikan pengertian dan menjawab pertanyaan dari para peserta.


Salah satu peserta dari SMA 1 Gurah Reny Bintari mengaku senang dengan kegiatan semacam itu. Pasalnya, ia sendiri mengaku memiliki perhatian khusus terhadap sejarah. “Dengan kegiatan ini kita bisa mengetahui dan memiliki pengetahuan lebih tentang peradaban dulu,” ujarnya.


Remaja berusia 17 tahun tersebut sejatinya telah mengetahui cerita bahwa di Desa Adan-Adan dulunya adalah candi. Namun karena belum melihat sendiri ia merasa belum puas. Sayangnya pada saat ekskavasi kemarin, ia belum sempat melihatnya, Beruntung, kali ini ia mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan kemegahan situs Adan-Adan.


Seperti banyak pengunjung lainnya, remaja kelas XI SMA tersebut berharap agar situs tersebut bisa menjadi tempat wisata. Pasalnya ia ingin jika situs Adan-adan bisa dinikmati semua orang ke depannya. “Kan bisa juga untuk sarana edukasi juga nantinya,” pungkasnya.


 

Editor : adi nugroho
#sejarah